3 Tips Mengatur Napas saat Berlari untuk Tingkatkan Performa

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 481 2290303 3-tips-mengatur-napas-saat-berlari-untuk-tingkatkan-performa-4SphY5lu4e.jpg (Foto: Youtube)

Jika Anda memperhatikan terkait pernapasan saat berlari, ternyata mengatur pernapasan dapat meningkatkan kinerja Anda dan menghindari risiko cedera? Jika Anda seorang pelari atau berencana untuk mulai berlari, inilah mengapa mengatur napas sangat penting.

Otot Anda menggunakan oksigen sebagai makanan. Jadi, saat Anda tidak bernapas dengan benar, tubuh Anda tidak mendapatkan cukup oksigen agar otot dapat berfungsi secara normal.

Akibatnya, alih-alih menggunakan diafragma untuk mengembangkan paru-paru, tubuh Anda mulai menggunakan otot aksesori seperti otot punggung atas untuk bernapas.

Saat Anda bernapas dengan cara ini, otot punggung bagian atas akan terus membesar dan berkontraksi, yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri.

Saat Anda bernapas dengan tidak benar, Anda mencapai ambang aerobik lebih cepat. Ini terjadi ketika Anda berjuang untuk menghirup oksigen yang cukup, yang menyebabkan penumpukan asam laktat di otot. Ini bisa membuat Anda merasa lelah dan menyebabkan kram.

Bernapas dengan benar memastikan tubuh Anda mendapat cukup oksigen dan bekerja dengan baik. Melansir Times of India, berikut 3 tips untuk bernapas dengan benar saat berlari.

Gunakan diafragma Anda

Diafragma adalah otot besar yang terletak di bawah jantung dan paru-paru kita. Saat kita menarik napas, diafragma mengencang, menciptakan lebih banyak ruang bagi paru-paru dan dada untuk mengembang.

Saat kita menghembuskan napas, diafragma mengendur, mendorong udara keluar. Pernapasan dengan cara ini disebut pernapasan diafragma. Pernapasan diafragma penting saat berlari karena meningkatkan pernapasan dalam, yang meningkatkan kualitas lari Anda dengan memberi tubuh Anda pasokan oksigen yang konstan dan menjaga otot tetap bekerja.

Pernapasan diafragma membantu menurunkan detak jantung dan menstabilkan tekanan darah Anda. Dengan demikian, jantung Anda tidak perlu bekerja keras untuk memompa oksigen ke seluruh tubuh. Jaga bahu agar punggung dan dada terangkat untuk memberi ruang bagi diafragma Anda untuk mengembang sepenuhnya.

 Mengatur pernapasan dapat meningkatkan kinerja Anda dan menghindari risiko cedera.

Baca juga: 5 Manfaat Minyak Kayu Putih untuk Tubuh

Bernapaslah secara ritmis

Pernapasan berirama adalah saat Anda menciptakan ritme antara langkah dan napas Anda. Anda dapat menarik napas setiap tiga langkah dan kemudian menghembuskan napas dalam dua langkah berikutnya. Ini menciptakan pola pernapasan yang tidak merata, di mana Anda menarik napas saat kaki kanan menyentuh tanah selama separuh waktu dan kaki kiri untuk separuh lainnya.

Urutan pernapasan yang tidak merata ini direkomendasikan oleh American Lung Association karena memastikan Anda tidak menghembuskan napas dengan kaki yang sama sepanjang waktu, karena ini dapat memberikan tekanan ekstra pada satu sisi tubuh.

Stres yang terus-menerus di satu sisi tubuh bisa membuat Anda lebih rentan cedera. Sebuah studi pada 2013 menemukan bahwa pola pernapasan yang tidak merata meningkatkan efisiensi pernapasan dan mengurangi ketegangan pada otot.

Menghirup selalu membutuhkan lebih banyak waktu karena otot pernapasan Anda membutuhkan lebih banyak usaha untuk menarik napas daripada mengeluarkan napas. Mengikuti urutan tiga atau lima langkah dapat memastikan Anda mendapatkan oksigen yang tepat sambil mempertahankan latihan intensitas tinggi.

Cari tahu gaya pernapasan yang paling nyaman untuk Anda

Apakah Anda bernapas melalui mulut atau hidung, itu juga memengaruhi kinerja pernapasan Anda. Bernapas melalui hidung dapat meningkatkan kinerja Anda karena pernapasan melalui hidung melepaskan oksida nitrit dengan lebih efektif di dalam tubuh.

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang bernapas melalui hidung, memiliki lebih sedikit napas per menit, yang berarti mereka dapat menghirup oksigen dengan lebih efektif.

Meskipun biasanya lebih efektif untuk bernapas melalui mulut sambil berlari dengan kecepatan yang lebih tinggi karena Anda dapat mengambil napas lebih banyak. Sementara bernapas melalui hidung mungkin lebih baik untuk orang yang lari jarak jauh.

Jadi, cari tahu gaya bernapas mana yang paling nyaman untuk Anda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini