Di Rumah Saja Ternyata Tak Menjamin Aman dari Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 481 2290338 di-rumah-saja-ternyata-tak-menjamin-aman-dari-covid-19-isEyvE0WOz.jpg Anak mencuci tangan di rumah (Foto: QSN)

Penyebaran virus corona sudah masuk ke ranah keluarga. Ini tentunya menjadi kekhawatiran banyak orang. Padahal, banyak dari Anda beranggapan bahwa rumah adalah tempat paling aman dari Covid-19.

Klaster keluarga bahkan menjadi faktor risiko peningkatan kasus Covid-19 di Bogor, Jawa Barat. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, terjadi peningkatan kasus klaster keluarga di Bogor mencapai 625 kasus per 4 Oktober 2020.

 pandemi Covid-19

"Data klaster rumah tangga menjadi faktor risiko utama dan mengalami kenaikan kasus di Kota Bogor per 4 Oktober 2020 mencapai 625 kasus (46%), luar Bogor 363 kasus (26,7%), dan non klaster 179 (13,2%)," menurut laporan Kemenkes yang diterima Okezone, Kamis (8/10/2020).

Data kematian Covid-19 di Bogor pun memperlihatkan fakta bahwa kelompok lansia menjadi ancaman serius yang perlu diprioritaskan. Mereka yang berusia 50-59 tahun, angka kematiannya mencapai 31 persen, sedangkan data kematian dengan komorbid yaitu jantung (37%), diabetes melitus (37%), hipertensi (32%), bronkopneumonia (11%), dan stroke (5%).

Dari hasil data tersebut diketahui bahwa pasien positif Covid-19 yang tidak keluar rumah, anak-anak dan lansia (88%) sedangkan pra lansia (49%). Sisanya, kasus konfirmasi positif Covid-19 didapati karena pasien keluar kota, berkegiatan keagamaan, kontak erat dengan teman sekerja, tempat umum, dan transportasi umum, serta lainnya.

Ini menjadi gambaran jelas bahwa meski Anda di rumah saja itu tidak menjamin Anda aman dari Covid-19, jika ada anggota keluarga yang tetap keluar rumah. Hal ini pun menjadi sorotan StaF Khusus Menteri Bidang Hukum Kesehatan, Kuwat Sri Hudoyo.

"Berdiam diri di rumah tidak memberikan kepastian (seseorang) tidak terkena Covid-19, sepanjang salah satu anggota (keluarga) masih keluar rumah atau menerima tamu dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Karena itu, masih ada kemungkinan terkena Covid-19 dan menyebar di keluarga," paparnya dalam keterangan tertulis itu.

Kuwat melanjutkan, klaster keluarga ini dikhawatirkan akan semakin besar. Dengan begitu, ia berharap agar masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 mau melakukan isolasi di fasilitas yang disediakan pemerintah.

Baca juga: Intip Gaya Jessica Iskandar Pakai Dress Kuning, Netizen: Mantul Cantiknya!

"Ini bisa jadi solusi ketika protokol kesehatan di dalam rumah sulit diterapkan semua keluarga. Selain itu, isolasi mandiri di rumah kan harus ada yang mengawasi, karena tidak semua paham mengenai Covid-19," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini