Jalan Kaki 8.000 Langkah Sehari, Turunkan Risiko Kematian Dini

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 481 2290435 jalan-kaki-8-000-langkah-sehari-turunkan-risiko-kematian-dini-osU51iDZyX.jpg Jalan kaki (Foto: NBC News)

Di masa pandemi, olahraga secara rutin tentu memberi dampak yang baik untuk kesehatan. Apalagi jika Anda menambahkan pola hidup sehat dan mengonsumsi gizi seimbang.

Dari banyaknya olahraga, lari bisa jadi alternatif aktivitas fisik jika Anda belum memiliki sepeda. Segudang manfaat dari lari pun bisa Anda dapatkan, mulai dari menyehatkan badan, mengatasi stres, bahkan membuat usia Anda lebih panjang.

 jalan kaki

Diakui President Director Prudential Indonesia Jens Reisch, lari merupakan jenis olahraga yang mudah dilakukan oleh siapa saja. Tiap ayunan langkah dapat bermanfaat bagi tubuh, bahkan memperpanjang usia.

"Sebagai contoh, individu dewasa yang rutin melakukan 8.000 langkah sehari—baik berjalan maupun berlari—memiliki risiko kematian 51 persen lebih rendah," tuturnya, dilansir Okezone lewat keterangan resmi PRU25 Acteev Virtual Walk and Run Charity for Desa Maju, baru-baru ini.

Menurutnya, berjalan maupun berlari di tengah lingkungan yang nyaman dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Dua masalah ini pun sering dialami masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Dengan menjalankan aktivitas fisik seperti lari ini, Jens juga berharap agar masyarakat bisa memiliki tubuh yang lebih sehat dan ini jadi upaya bersama mencegah penyebaran Covid-19 secara mandiri di masyarakat.

"Kami memotivasi masyarakat Indonesia menerapkan gaya hidup sehat di tengah kenormalan baru, agar kita bersama-sama dapat berupaya menekan penyebaran Covid-19 secara mandiri," pungkasnya.

 Baca juga: Intip Gaya Jessica Iskandar Pakai Dress Kuning, Netizen: Mantul Cantiknya!

Sementara itu, dalam laporan Berkeley Wellness, ada begitu banyak manfaat lain dari lari atau jalan cepat yang bisa didapatkan, misalnya saja manfaat metabolisme tubuh.

"Jalan cepat dapat mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung," menurut laporan studi observasi besar di Arteriosklerosis, Trombosis, dan Biologi Vaskular.

Diterangkan juga dalam studi tersebut bahwa semakin jauh jarak seseorang berlari, semakin banyak kalori yang terbakar. Ini pun memberi dampak yang baik untuk penurunan risikonya.

Bahkan, lari tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh tapi juga kesehatan otak. Ya, sebuah studi uji klinis dari Duke University yang diterbitkan dalam Neurology pada 2018, menemukan bahwa orang dewasa yang rutin lari fungsi otaknya lebih baik.

"Studi dilakukan pada 160 orang dewasa tua dengan gangguan kognitif. Mereka diminta untuk berjalan cepat selama 35 menit tiga kali semingu selama enam bulan. Hasilnya, mereka mengalami peningkatan yang signifikan dalam fungsi eksekutif atau kemampuan untuk merencanakan dan memprioritaskan, dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga," terang studi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini