IDI: Klaster Demo Akan Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 481 2290922 idi-klaster-demo-akan-picu-lonjakan-kasus-covid-19-IofnfjpNoQ.jpg Aksi massa tolak UU Cipta Kerja di kantor Kementerian ESDM (Foto : Okezone)

Aksi massa menolak pengesahan RUU Cipta Kerja yang berlangsung sejak 6 hingga 8 Oktober 2020 diprediksi akan meningkatkan kasus konfirmasi positif Covid-19. Alasannya jelas, protokol kesehatan minim sekali diterapkan.

Karena itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) beranggapan aksi massa tersebut bisa menambah daftar panjang klaster penularan Covid-19 di tengah masyarakat, klaster demo namanya. Bahkan, klaster demo dinilai salah satu penularan yang potensial.

"Peristiwa tersebut mempertemukan ribuan, bahkan puluhan ribu orang yang sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik namun juga tidak mengenakan masker," kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr M. Adib Khumaidi, SpOT, dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga : Pesona Celine Evangelista Berbalut Kaftan, Netizen: Seperti Anak Gadis Syantik!

Selain itu, Adib pun menilai peserta aksi menyerukan nyanyian maupun teriakan dan ini berpotensi mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama Covid-19. Terlebih, banyak dari mereka yang tidak mengenakan masker.

"Ditambah banyaknya kemungkinan peserta demonstrasi yang datang dari kota atau wilayah yang berbeda; jika terinfeksi, mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke komunitasnya," sambung dia.

Demo

Adib menambahkan, bukan tugas pihaknya sebagai tenaga kesehatan untuk menilai mengapa orang-orang tersebut terlibat dalam demonstrasi. "Dalam hal ini, kami menjelaskan kekhawatiran kami dari sisi medis dan berdasarkan sains - hal yang membuat sebuah peristiwa terutama demonstrasi berisiko lebih tinggi daripada aktifitas yang lain," ungkapnya.

Ia melanjutkan, ada kekhawatiran yang begitu besar pada lonjakan kasus yang masif dalam waktu 1 hingga 2 minggu mendatang. "Dalam kondisi saat ini saja, para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sudah kelimpungan menangani jumlah pasien Covid yang terus bertambah," kata Adib.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini