Peneliti Khawatir Demam Scarlet Jadi Ancaman Baru di Tengah Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 481 2290942 peneliti-khawatir-demam-scarlet-jadi-ancaman-baru-di-tengah-pandemi-upNBQ064Bv.jpg Terkena demam (Foto: Medical New Today)

Demam scarlet merupakan penyakit yang banyak menyerang anak-anak. Kasus ini sangat mematikan dan pernah menjadi wabah menakutkan di tahun 1800-an. Berjalannya waktu, demam scarlet 'hilang' karena kekuatan antibiotik.

Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan dari University of Queensland (UQ) bekerja sama dengan para ilmuwan di seluruh dunia, menunjukkan bahwa bakteri Streptococcus pyogenes, penyebab demam scarlet, tumbuh lebih kuat.

 demam scarlet

Ya, menurut laporan ABC, Direktur UQ Australian Infectious Diseases Research Center, Mark Walker, gen baru tersebut berasal dari tiga virus yang sudah beredar sebelumnya. "Bakteri baru itu tampaknya memperoleh sejumlah racun yang disebut superantigen," kata Prof Walker.

"Kami menemukan bahwa ketiga 'racun' tersebut yang kemudian meningkatkan kekuatan bakteri Streptococcus pyogenes. Efek lainnya ialah bakteri ini mampu berkoloni pada model hewan," tambahnya.

Kabar buruknya lagi, tiga racun tersebut memungkinkan bakteri keluar dari sel darah putih seseorang dan bergerak ke tempat infeksi. Sementara itu, vaksin belum tersedia untuk demam scarlet, dokter masih mengandalkan antibiotik bila infeksi terjadi.

"Mengembangkan vaksin tentu menjadi upaya yang harus dilakukan. Sebab, antibiotik yang digunakan bisa saja akan membuat bakteri kebal dan tidak memberi efek baik untuk pasien," ungkap Prof Walker.

Dr Meru Sheel dari Pusat Nasional untuk Epidemiologi dan Kesehatan Populasi di Universitas Nasional Australia menyatakan, harus ada penelitian dan pengawasan lebih banyak soal infeksi demam scarlet ini.

 Baca juga: Pesona Anya Geraldine Pakai Tanktop Putih, Netizen: Mirip Aurel Hermansyah

Sebab, efek yang ditimbulkan dari infeksi penyakit ini bukan hanya sakit tenggorokan, tetapi bisa membuat pasien demam reumatik hingga penyakit jantung rematik.

Demam scarlet pernah menjadi wabah menakutkan di Asia (2011) dan Inggris (2014). Di Inggris sendiri, laporan dari 2014 hingga 2018 dari Layanan Kesehatan Nasional melaporkan terjadi peningkatan 68 persen dalam jumlah kasus demam scarlet.

Demam scarlet menjadi ancaman nyata bagi anak-anak, karena ketika bakteri ini sudah menyerang, efek yang terjadi ialah abses otak, meningitis, abses paru, pneumonia, ostepmieitis (infeksi tulang), infeksi telinga tengah dan jaringan lunak. Risiko tersebut yang membuat demam scarlet jadi salah satu faktor risiko kematian dini.

Terkait dengan gejalanya, pasien demam scarlet akan mengalami sakit tenggorokan, demam tinggi mendadak, pembesaran kelenjar getah bening di leher, dan ruam merah terang yang kasar pada perut atau anggota tubuh lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini