Bayi Shaka Meninggal, Apa Itu Sindrom Putri Tidur?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 481 2291123 bayi-shaka-meninggal-apa-itu-sindrom-putri-tidur-2qof4UKyOJ.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Bayi Shaka yang sempat viral pada Juli 2020 karena tertidur selama satu tahun kini meninggal dunia. Hal ini Unggahan video dari akun TikTok @shaka_17 mengabarkan berita duka tersebut.

"Selamat jalan, surga menantimu nak😇," tulis akun @shaka_17. Diketahui bayi Shaka meninggal dunia pada Kamis 8 Oktober 2020 di usia 18 bulan.

Baca Juga : Sempat Viral, Bayi Shaka yang Tertidur Setahun Kini Meninggal Dunia

Pada video, diketahui bayi Shaka sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Bahkan, sebelumnya bayi Shaka sempat menjalani operasi.

Sindrom putri tidur

Bayi Shaka

Ketika viral pada Juli 2020, dokter yang menangani telah mendiagnosis bayi Shaka mengidap Sleeping Beauty Syndrome (Sindrom Putri Tidur).

Di dunia medis, kondisi yang dialami Shaka disebut Klein-Levin Syndrome (KLS) atau dikenal dengan sebutan sindrom putri tidur. Sindrom Kleine-Levin adalah kelainan neurologis langka dan kompleks yang ditandai dengan periode berulang dari jumlah tidur yang berlebihan dan perubahan perilaku. Kelainan ini biasanya menyerang remaja, tapi bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih muda.

Pada permulaan episode, pasien menjadi semakin mengantuk dan tidur hampir sepanjang hari dan malam (hypersomnolence), kadang terbangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi. Setiap episode berlangsung beberapa hari, minggu atau bulan, selama semua aktivitas normal sehari-hari berhenti. Individu tidak dapat merawat diri mereka sendiri atau bersekolah dan bekerja.

Di sela episode, orang-orang dengan KLS tampak sehat sempurna tanpa bukti adanya disfungsi perilaku atau fisik. Episode KLS dapat berlanjut selama 10 tahun atau lebih. KLS kadang disebut di media sebagai sindrom "Sleeping Beauty".

Gejala KLS

Tidak ada tes medis untuk mengonfirmasi Sindrom Kleine-Levin. Seperti halnya kondisi medis lainnya, ada kasus atipikal yang tidak termasuk dalam definisi klasik. Panjang episode dan periode waktu antara episode dalam beberapa kasus diketahui berada di luar episode yang tercantum dalam daftar periksa ini.

Seorang pasien KLS akan memiliki gejala A, satu atau lebih gejala B, dan pola yang dijelaskan di C. Berikut uraiannya yang dikutip dari laman klsfoundation.org :

A. Episode rekuren hipersomnia berat (2-31 hari)

B. Menambah satu atau lebih tanda berikut:

- Kelainan kognitif seperti perasaan tidak sadar, kebingungan, halusinasi

- Perilaku abnormal seperti iritabilitas, agresi dan perilaku aneh

- Makan berlebihan

- hiper-seksual

Jika Anda berpikir mungkin menderita KLS, berkonsultasilah dengan dokter.

Mengidentifikasi KLS

Selain tidur yang berlebihan, seluruh pasien Kleine-Levin Syndrome (KLS) berubah, sering tampak ''lalai'' atau seperti anak kecil. Saat bangun penderita mengalami kebingungan, disorientasi, kekurangan energi (kelesuan), dan kurang emosi (apatis). Sebagian besar pasien melaporkan bahwa segala sesuatu tampak tidak fokus, dan sangat sensitif terhadap kebisingan serta cahaya. Dalam beberapa kasus, pasien mengidap makanan (hiperlipagia kompulsif).

Sindrome Kleine-Levin Syndrome (KLS) bersifat siklis. Saat ini, gejala KLS bertahan selama berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, semua aktivitas normal menjadi berhenti. Sebagian besar pasien KLS terbaring di tempat tidur seperti Sakha, lelah dan tidak komunikatif saat bangun.

Sleeping Beauty Syndrome

Tapi, tidak semua orang terkena KLS menunjukkan semua gejala yang dijelaskan di atas. Individu yang terkena KLS dapat tidak mengalami gejala-gejala tersebut, dan kemudian gejala muncul kembali dengan sedikit peringatan.

Episode KLS dapat terus berulang kembali selama satu dekade atau lebih dengan dampak buruk pada kehidupan dan keluarga. KLS merampas kehidupan anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang terkena. satu episode menyiksa sekaligus.

Penundaan diagnostik rata-rata untuk diagnosis Sindrom Kleine-Levin yang tepat adalah 4 tahun. Hal ini berarti pasien KLS rata-rata membutuhkan waktu 4 tahun sebelum menerima diagnosis yang akurat, sehingga menyebabkan penderitaan yang tidak semestinya. Sayangnya, penyebab Sindrom Kleine-Levin belum diketahui.

(hel)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini