Bayi Shaka Meninggal, Apa Itu Sindrom Putri Tidur?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 481 2291123 bayi-shaka-meninggal-apa-itu-sindrom-putri-tidur-2qof4UKyOJ.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Seorang pasien KLS akan memiliki gejala A, satu atau lebih gejala B, dan pola yang dijelaskan di C. Berikut uraiannya yang dikutip dari laman klsfoundation.org :

A. Episode rekuren hipersomnia berat (2-31 hari)

B. Menambah satu atau lebih tanda berikut:

- Kelainan kognitif seperti perasaan tidak sadar, kebingungan, halusinasi

- Perilaku abnormal seperti iritabilitas, agresi dan perilaku aneh

- Makan berlebihan

- hiper-seksual

Jika Anda berpikir mungkin menderita KLS, berkonsultasilah dengan dokter.

Mengidentifikasi KLS

Selain tidur yang berlebihan, seluruh pasien Kleine-Levin Syndrome (KLS) berubah, sering tampak ''lalai'' atau seperti anak kecil. Saat bangun penderita mengalami kebingungan, disorientasi, kekurangan energi (kelesuan), dan kurang emosi (apatis). Sebagian besar pasien melaporkan bahwa segala sesuatu tampak tidak fokus, dan sangat sensitif terhadap kebisingan serta cahaya. Dalam beberapa kasus, pasien mengidap makanan (hiperlipagia kompulsif).

Sindrome Kleine-Levin Syndrome (KLS) bersifat siklis. Saat ini, gejala KLS bertahan selama berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, semua aktivitas normal menjadi berhenti. Sebagian besar pasien KLS terbaring di tempat tidur seperti Sakha, lelah dan tidak komunikatif saat bangun.

Sleeping Beauty Syndrome

Tapi, tidak semua orang terkena KLS menunjukkan semua gejala yang dijelaskan di atas. Individu yang terkena KLS dapat tidak mengalami gejala-gejala tersebut, dan kemudian gejala muncul kembali dengan sedikit peringatan.

Episode KLS dapat terus berulang kembali selama satu dekade atau lebih dengan dampak buruk pada kehidupan dan keluarga. KLS merampas kehidupan anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang terkena. satu episode menyiksa sekaligus.

Penundaan diagnostik rata-rata untuk diagnosis Sindrom Kleine-Levin yang tepat adalah 4 tahun. Hal ini berarti pasien KLS rata-rata membutuhkan waktu 4 tahun sebelum menerima diagnosis yang akurat, sehingga menyebabkan penderitaan yang tidak semestinya. Sayangnya, penyebab Sindrom Kleine-Levin belum diketahui.

(hel)

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini