Kisah Penyintas Covid-19, Bikin Video di Tempat Karantina untuk Edukasi Masyarakat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2020 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 481 2291446 kisah-penyintas-covid-19-bikin-video-di-tempat-karantina-untuk-edukasi-masyarakat-2IVnvoWPBi.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MENJADI penyintas Covid-19 memang bukanlah hal yang mudah. Adanya stigma negatif dari masyarakat membuat seseorang merasa minder dan ketakutan.

Hal yang sama pun dirasakan oleh penyintas Covid-19, Albert Ade. Ia merasa tergerak dan menyebarkan energi positif kepada masyarakat dengan membagikan video untuk menggambarkan kondisi di dalam tempat karantina.

Ia mengalami suka dan duka setelah mengetahui dirinya dinyatakan positif Covid-19. Ia pun langsung mengabarkan keluarga terdekatnya dan melakukan karantina mandiri di Wisma Atlet, Jakarta Utara. Sejak saat itu ia pun berinisiatif untuk membagikan video yang berisi aktivitasnya selama melakukan karantina mandiri.

“Itu bikin video setelah hari kesekian saya berada di wisma atlet. Saya mau buat video izin dulu kepada para penyintas Covid-19 lainnya. ‘boleh nggak?’ Teman-teman akhirnya setuju saya buat videonya sampai jadi seperti itu,” ucap Ade, siaran langsung di channel YouTube BNPB TV, Jumat (9/10/2020).

Lebih lanjut Ade mengatakan sebenarnya video tersebut tujuannya untuk memberikan pemahaman dan informasi yang jelas kepada masyarakat. Video tersebut juga bertujuan untuk memotivasi para penyintas Covid-19 lainnya agar lebih kuat dalam menghadapi kenyataan. Oleh sebab itu pada akhir video terdapat pesan khusus yang disampaikan oleh Ade

 Menjadi penyintas Covid-19 memang bukanlah hal yang mudah.

“Video itu untuk bilang ke masyarakat supaya tidak boleh takut. Meski tidak ada obat namun penyakit ini bisa sembuh kalau kita fokus pada diri sendiri. Saya di wisma atlet 15 hari. Minggu pertama kondisi sangat drop. Cuma tidur, makan pun tidak nafsu. Setelah lima hari badan agak enakan saya mulai beraktivitas dengan berjemur,” sambungnya.

Ade mengaku untuk menghilangkan kejenuhan biasanya ia membaca atau nonton film. Ia juga menjaga jarak dengan para penyintas Covid-19 lainnya.

“Di tower 7 lantai 32 ada sekira 50 pasien. Jadi saya keluar hanya untuk jalan-jalan saja di sekitar wisma,” tuntasnya.

Baca juga: 5 Manfaat Tomat, Salah Satunya Bantu Kesehatan Pencernaan

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini