Mengenal Insomnia, Gangguan Tidur yang Buat Orang Betah Melek

Dara Siti Nabillah, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2020 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 481 2291459 mengenal-insomnia-gangguan-tidur-yang-buat-orang-betah-melek-nfjWArcCqD.jpg Ilustrasi insomnia (Foto: Freepik)

Remaja zaman sekarang, sering sekali mengatakan bahwa dirinya insomnia. Namun, apakah orang yang tidak bisa tidur hanya dalam jangka waktu semalaman saja bisa dikatakan insomnia?

Sebenarnya apa sih pengertian dari insomnia itu sendiri? Kenapa banyak sekali orang bisa menyebut dirinya mengalami insomnia? Berikut adalah beberapa penjelasan tentang insomnia.

Apa Itu Insomnia?

Insomnia adalah kondisi Anda merasa sulit sekali untuk tidur. Kondisinya bisa dalam jangka pendek (akut) atau bisa juga berlangsung lama (kronis). Bahkan, ada juga yang mengalami kondisinya terjadi secara datang dan pergi.

Insomnia akut bisa berlangsung dari 1 malam hingga beberapa minggu. Sedangkan insomnia yang bersifat kronis, dapat terjadi minimal 3 malam dalam seminggu, dan berlangsung selama 3 bulan atau lebih.

Ilustrasi insomnia

Baca juga: 5 Mitos Tentang Kesehatan Mental yang Perlu Anda Ketahui

Jenis-jenis Insomnia :

Ada dua jenis insomnia, yaitu : primer dan sekunder.

1. Insomnia primer: Masalah tidur yang sama sekali tidak terkait dengan kondisi atau masalah kesehatan apapun.

2. Insomnia sekunder : Masalah sulit tidur, yang disebabkan oleh suatu kondisi kesehatan, contohnya seperti asma, depresi, artritis, kanker, atau mulas. Insomnia ini bisa juga karena pengaruh dari rasa sakit, pengobatan atau penggunaan zat (seperti alkohol).

Penyebab Insomnia

Penyebab insomnia primer:

Stres terkait peristiwa besar dalam hidup, seperti kehilangan atau perubahan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, perceraian, atau hal-hal di sekitar Anda, seperti kebisingan, cahaya, atau suhu. Insomnia bisa juga disebabkan perubahan jadwal tidur Anda seperti jet lag, shift baru di tempat kerja, atau kebiasaan buruk yang Anda dapatkan saat mengalami masalah tidur lainnya.

Penyebab insomnia sekunder:

Masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, efek obat, alergi, depresi, tekanan darah tinggi, asma, serta nyeri atau ketidaknyamanan di malam hari. Bisa juga karena penggunaan kafein, tembakau, atau alkohol.

Faktor Risiko Insomnia:

Insomnia lebih banyak terjadi pada wanita dari pada pria, dan juga lebih sering terjadi pada orang tua. Orang Afrika-Amerika muda dan paruh baya juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami insomnia.

Faktor Risiko Lainnya Termasuk:

1. Penyakit jangka panjang

2. Masalah kesehatan mental

3. Bekerja shift malam atau shift yang berputar

Gejala Insomnia:

1. Kantuk di siang hari

2. Kelelahan

3. Grumpiness

4. Masalah dengan konsentrasi atau memori

Ilustrasi insomnia

Baca juga: Dokter Lula Kamal: Jaga Jarak dan Pakai Masker Ibarat Suami-Istri, Jangan Diceraikan

Diagnosis Insomnia

Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan secara fisik terlebih dahulu, lalu akan menanyakan tentang riwayat kesehatan dan riwayat tidur Anda. Bahkan, mereka mungkin akan meminta Anda untuk membuat catatan harian tentang tidur selama satu atau dua minggu, mencatat pola tidur Anda dan perasaan Anda sepanjang hari.

Dokter juga mungkin akan berbicara dengan pasangan tidur Anda. Dokter akan menanyakan kepada pasangan tentang seberapa banyak dan seberapa baik waktu untuk Anda tidur. Selain itu, Anda mungkin juga menjalani beberapa tes.

Pengobatan Insomnia

Insomnia akut mungkin tidak memerlukan pengobatan. Jika Anda kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari karena kelelahan, dokter mungkin akan meresepkan obat tidur untuk waktu yang singkat. Obat-obatan yang bekerja dengan cepat tetapi dengan secara singkat dapat membantu Anda menghindari masalah seperti kantuk pada keesokan harinya.

Jangan gunakan pil tidur yang dijual bebas untuk insomnia. Karena memiliki banyak efek samping, dan kurang bagus untuk kesehatan.

Untuk insomnia kronis, Anda memerlukan perawatan untuk kondisi atau masalah kesehatan yang terjadi pada diri anda. Dokter Anda mungkin juga akan menyarankan terapi perilaku. Hal tersebut dapat membantu Anda untuk mengubah hal-hal yang Anda lakukan yang dapat bersifat memperburuk insomnia dan mempelajari apa yang dapat Anda lakukan untuk mendorong tidur.

Cara Mencegah Insomnia

1. Tidurlah pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi. Usahakan untuk tidak tidur siang di siang hari, karena bisa membuat Anda kurang mengantuk di malam hari.

2. Jangan gunakan ponsel atau e-book sebelum tidur. Cahaya mereka bisa membuat Anda lebih sulit tidur.

3. Hindari kafein, nikotin, dan alkohol di siang hari. Kafein dan nikotin adalah stimulan dan dapat membuat Anda tidak tertidur. Alkohol dapat membuat Anda terbangun di tengah malam dan merusak kualitas tidur Anda.

4. Berolahragalah secara teratur. Usahakan untuk tidak berolahraga menjelang waktu tidur, karena dapat membuat Anda sulit tidur. Para ahli menyarankan untuk berolahraga setidaknya 3 hingga 4 jam sebelum tidur.

5. Jangan makan makanan berat di sore hari. Tetapi camilan ringan sebelum tidur dapat membantu Anda tidur.

6. Buatlah kamar tidur Anda nyaman: gelap, tenang, dan tidak terlalu hangat atau terlalu dingin. Jika cahaya menjadi masalah, gunakan masker tidur. Untuk menutupi suara, coba gunakan headset.

7. Ikuti rutinitas untuk bersantai sebelum tidur. Baca buku, dengarkan musik, atau mandi.

8. Jangan menggunakan tempat tidur Anda untuk hal lain selain untuk tidur.

9. Jika Anda tidak bisa tidur dan tidak mengantuk, bangunlah dan lakukan sesuatu yang menenangkan, seperti membaca sampai Anda mengantuk.

10. Jika Anda merasa khawatir tentang berbagai hal, buatlah daftar hal yang harus dilakukan sebelum tidur. Ini dapat membantu Anda mengesampingkan kekhawatiran untuk pada malam hari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini