5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Selama Musim Pancaroba

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 481 2291530 5-penyakit-yang-wajib-diwaspadai-selama-musim-pancaroba-2Px7aN5Yj6.jpg Ilustrasi

KETIKA memasuki pergantian musim, banyak penyakit yang mengintai kesehatan manusia. Oleh sebab itu disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga lingkungan yang sehat dan bersih, sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit musim pancaroba.

Saat peralihan musim kemarau ke musim penghujan, ada beberapa jenis penyakit yang bisa menyerang Anda dan keluarga. Anak-anak di bawah usia lima tahun menjadi golongan yang rawan mengalami infeksi virus pada saat musim pancaroba.

Merangkum dari Window of World, Sabtu (10/10/2020) berikut lima penyakit yang biasa menyerang manusia saat musim pancaroba.

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Pada musim pancaroba terutama awal musim hujan kasus DBD meningkat di berbagai daerah. Pada 2014 kasus DBD ditemukan hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini kemungkinan karena virus dengue dapat bertahan hidup di iklim tropis dan berkembang lebih banyak pada musim hujan.

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue. Gejala DBD antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri pada bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, mudah memar, munculnya bercak pada kulit, hingga pendarahan ringan di sekitar gusi dan hidung. Komplikasi dari DBD yaitu pendarahan hebat, syok, dan kematian.

2. Chikungunya

Chikungunya mirip dengan demam berdarah. Demam tinggi dan nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, mual, ruam, dan kelelahan menjadi gejala dari penyakit ini. Umumnya, gejala ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Pada orang lanjut usia (Lansia) yang memiliki riwayat penyakit lain (Komorbid) atau bayi baru lahir, penyakit ini memiliki gejala yang lebih parah.

Meski jarang mengakibatkan kematian, gejala yang parah bisa menyebabkan kelumpuhan. Dokter biasanya memberikan obat-obatan yang dapat membantu meredakan demam dan nyeri sendi. Cukup istirahat dan banyak mengonsumsi air putih dapat mencegah penyakit ini.

3. Influenza

Virus influenza atau flu banyak terjadi pada musim hujan. Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Flu bisa sembuh dengan sendirinya dan masuk dalam kategori Self Limited Disease. Namun pada balita, dan lansia di atas 65 tahun, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Anda hanya perlu istirahat yang cukup dan banyak mengonsumsi air putih untuk meredakan gejala flu yang diderita. Dokter akan merekomendasikan obat antivirus untuk mengobati masuk angin. Sedangkan untuk mencegah infeksi virus influenza, maka vaksinasi bisa dilakukan dan diulang setiap tahun.

 Ketika memasuki pergantian musim, banyak penyakit yang mengintai kesehatan manusia.

Baca juga: Survei: 32% Anak Perempuan Alami Kekerasan di Media Sosial

4. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)

Infeksi saluran pernafasan bagian bawah banyak terjadi pada musim hujan dan menyerang balita atau lansia karena sistem imun tubuhnya lemah. Gejala dari infeksi saluran pernapasan bagian bawah adalah batuk berat dan terkadang disertai dahak dan lendir. Gejala lain yang mungkin dialami adalah sesak napas, frekuensi pernapasan meningkat, dada terasa sesak, atau suara saat sedang bernapas.

Infeksi saluran pernapasan bagian bawah dapat mencakup bronkitis, pneumonia, dan bronkiolitis. Infeksi saluran pernapasan ini ditularkan melalui droplets atau tetesan air liur yang mengandung virus, saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Kontak tidak langsung melalui permukaan yang telah terkontaminasi virus atau sentuhan tangan orang yang terinfeksi juga berpotensi menularkan penyakit ini.

5. Zika

Virus zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Selain itu hubungan seksual dan transfusi darah bisa menjadi media lain penyebaran penyakit ini. Virus ini dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada janin dalam kandungannya. Alhasil sang bayi berpotensi menderita mikrosefali.

Gejala dari penyakit ini adalah demam, nyeri sendi, sakit kepala, ruam, gatal-gatal di sekujur tubuh, mata merah, nyeri otot, nyeri punggung, hingga nyeri di bagian belakang mata. Gejala ini muncul muncul dalam kurun waktu satu minggu dan akan hilang dengan sendirinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini