Hari Kesehatan Mental Sedunia, WHO: 1 Miliar Orang Hidup dengan Gangguaan Mental

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 11 Oktober 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 481 2291788 hari-kesehatan-mental-sedunia-who-1-miliar-orang-hidup-dengan-gangguaan-mental-pPDt0AXNss.jpg Waspada gangguan mental anak selama pandemi Covid-19 (Foto : Pennmedicine)

Miliaran orang di seluruh dunia mengalami gangguan mental di lingkungan masyarakat luas akibat Covid-19. Terlebih kasus lainnya juga menyertai, antara lain Hampir 1 miliar orang hidup dengan gangguan mental, 3 juta orang meninggal setiap tahun akibat penggunaan alkohol yang berbahaya, dan 1 orang meninggal setiap 40 detik karena bunuh diri.

Dilansir dari laman badan kesehatan WHO, di seluruh dunia sangat relatif sedikinya layanan kesehatan mental yang baik. Apalagi di negara-negara berpenghasilan rendah, lebih dari 75% orang dengan gangguan mental, neurologis, dan penyalahgunaan zat tidak menerima pengobatan sama sekali.

Gangguan Kecemasan

Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini, WHO, bersama organisasi mitra, United for Global Mental Health dan Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental menyerukan, peningkatan besar-besaran dalam investasi kesehatan mental.

Baca Juga : 4 Potret Intan Rose, Penjaga Warung Cantik Mirip Anya Geraldine

Hal ini juga untuk mendorong tindakan publik di seluruh dunia, kampanye Hari Kesehatan Mental Sedunia, Gerakan untuk kesehatan mental: mari berinvestasi akan dimulai pada bulan September.

“Hari Kesehatan Mental Sedunia adalah kesempatan bagi dunia untuk berkumpul dan mulai memperbaiki pengabaian bersejarah kesehatan mental,” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melihat konsekuensi datangnya pandemi covid-19 pada kesejahteraan mental masyarakat, dan ini baru permulaan. terkecuali jika mereka membuat komitmen serius untuk meningkatkan investasi dalam kesehatan mental saat ini, konsekuensi kesehatan, sosial, dan ekonomi akan berdampak luas.

Lebih lanjut, selama beberapa bulan terakhir Organisasi Kesehatan Dunia telah mengeluarkan kerja sama dengan mitra, panduan dan nasihat tentang kesehatan mental untuk petugas kesehatan, serta pekerja garis depan lainnya sebagai dampak dari pandemi.

"Dengan terganggunya layanan kesehatan, banyak negara menemukan cara inovatif untuk memberikan perawatan kesehatan mental, dan inisiatif untuk memperkuat dukungan psikososial bermunculan," terangnya.

Gangguan Kecemasan

Namun, karena skala masalahnya, sebagian besar kebutuhan kesehatan mental tetap tidak terselesaikan. Responsnya terhambat oleh kurangnya investasi kronis dalam promosi kesehatan mental, pencegahan dan perawatan selama bertahun-tahun sebelum pandemi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini