Curahan Hati di Tengah Pandemi, Mulai Bosan hingga Gagal Nikah

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 11 Oktober 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 612 2291863 curahan-hati-di-tengah-pandemi-mulai-bosan-hingga-gagal-nikah-V7b6lxNvNh.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Pandemi Covid-19 belum terlihat tanda-tanda akan berakhir. Di Indonesia, terutama DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tanggapan masyarakat terhadap kondisi ini pun berbeda. Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan, tapi ada sebagian masyarakat yang sudah bosan dengan keadaan seperti ini.

"Sebenarnya saya sudah bosan dengan corona ini. Kita harus PSBB lagi, kegiatan dibatasi, makin banyak angka positifnya," kata Kartika, salah seorang administrasi di sebuah perusahaan swasta di Jakarta kepada Okezone, baru-baru ini.

Isolasi Mandiri

Perempuan yang akrab disapa Tika ini bilang, karena sudah bosan dengan keadaan yang terus mengurungnya, maka dia pun seolah sudah tidak peduli. Sebab fakta realita di lapangan, masyarakat masih banyak yang berkerumun dan tidak memakai masker, serta melanggar protokol kesehatan lainnya.

"Misalnya di KRL saat office hour, penumpang menumpuk kok di setiap gerbong. Mungkin mereka juga sudah lelah," ujarnya.

Tika juga menceritakan, rencana pernikahannya pun harus ditunda karena pihak keluarga yang tidak mau berkerumun di tengah pandemi Covid-19 ini. Namun tempat lain yang juga merupakan zona merah masih tetap melangsungkan pernikahan.

"Saya gagal nikah karena pandemi ini. Harusnya Agustus kemarin, tapi pihak keluarga saya dan calon suami terpaksa menundanya. Mereka takut tertular covid karena nekat berkerumun," terangnya.

Baca Juga : Hari Kesehatan Mental Sedunia, WHO: 1 Miliar Orang Hidup dengan Gangguaan Mental

Kejadian tersebut membuat Tika kesal dan menjadi memilih sering bepergian. Karena mengurung diri di rumah membuatnya menjadi stres.

"Karena sudah merasa tidak peduli terhadap covid, saat saya membawa mobil itu enggak pakai masker. Olahraga pun saya enggak pakai, sesak dong nanti kalau pingsan di jalan gimana?," tambahnya.

Namun, Tika mengakui jika perilakunya yang sudah tidak peduli dengan Covid-19 tidak patut dicontoh. Dia berharap masyarakat dapat menjaga dirinya dengan cara masing-masing atau ikuti protokol kesehatan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini