Kebanyakan Permasalahan dalam Penerapan Terapi Paliatif berasal dari Keluarga Pasien Kanker

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 481 2292199 kebanyakan-permasalahan-dalam-penerapan-terapi-paliatif-berasal-dari-keluarga-pasien-kanker-4pM0AADstW.jpg Sakit kanker (Foto: Cooperadores da Verdade)

Terapi paliatif menjadi salah satu cara yang paling efektif diterapkan pada pasien dengan penyakit berat seperti kanker. Meski demikian, terapi ini kerap mendapatkan permasalahan dan pertentangan pada saat penerapannya di lapangan. 

Kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak ditemukan pada anak. Bahkan menurut World Health Organization (WHO) 2020 akan terjadi 50 persen peningkatan kasus kanker. Mirisnya 40 persen kanker pada anak ditemukan di stadium akhir.

 anak menderita kanker

Sekadar informasi, terapi paliatif adalah terapi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita penyakit berat seperti kanker.

Terapi paliatif fungsinya bukan untuk menyembuhkan, melainkan mengurangi keluhan dan gejala dari penyakit yang mereka hadapi.

Dokter Anak sekaligus Ahli Hematologi Onkologi, dr. Anky Tri Rini Kusumaning Edhy mengatakan, sebagian besar permasalahan dalam penerapan terapi paliatif berasal dari keluarga atau orang terdekat pasien. Kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan dalam menerima kenyataan.

“Banyak orangtua tidak menerima anaknya sudah harus menjalani perawatan paliatif dan masih mengupayakan pengobatan maksimal. Akhirnya anaknya dirawat di ICU tanpa perbaikan bermakna,” terang dr. Anky, dalam Webinar ‘Paliatif pada Kanker Anak’ beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ini Penjelasan Alquran dan Sains Mengenai Terbentuknya Alam Semesta

Dokter Anky mengatakan, gejala akhir kehidupan seseorang biasanya ditandai dengan kesadaran menurun, frekuensi tidur meningkat, disorientasi waktu dan lokasi, nafsu makan berkurang, kulit pucat dan dingin. Saat ada di tahap ini, apakah anak perlu dibawa ke rumah sakit.

“Maka perlu dipertimbangkan, apakah dengan dibawa ke rumah sakit masalah akan teratasi? Dan itu keinginan anak atau bukan? Jika tidak maka, sebaiknya anak tetap di rumah. Tempat yang tepat bagi anak kanker meninggal adalah di rumah bersama keluarga. Peluklah anak dengan kasih sayang di akhir hidupnya,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini