Kenali Coronasomnia, Gangguan Tidur Akibat Pandemi Virus Corona

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 481 2292242 kenali-coronasomnia-gangguan-tidur-akibat-pandemi-virus-corona-bE1pKLaeYb.jpg (Foto: Medicaldaily)

Covid-19 bisa berdampak pada kualitas tidur seseorang. Kurangnya tidur disebabkan stres akibat pandemi virus corona. Inilah yang disebut coronasomnia.

Gangguan ini sangat nyata dan tersebar di seluruh dunia pada semua kelompok umur. Profesor klinis kesehatan UC Davis di Department of Psychiatry and Behavioral Sciences, Angela Drake telah mengobati gangguan tidur dan menangani insomnia tanpa pengobatan.

“Insomnia adalah masalah sebelum covid-19. Sekarang pada masa pandemi peningkatannya sangat besar,” kata Angela seperti dikutip dari UC Davis Health, Senin (12/10/2020).

Sebuah laporan dari National Institutes of Health menyebutkan pada masa awal pandemi tingkat insomnia yang naik secara signifikan sedara klinis, termasuk stres, kecemasan, dan depresi yang lebih akut. Bahkan, sebelum masa pandemi sebenarnya ahli medis telah mengkhawatirkan terjadinya peningkatan insomnia beserta dampaknya terhadap fisik dan emosional.

Sekarang, pada masa wabah covid-19 ini, terjadi stres akibat perubahan besar dalam kehidupan dan penurunan aktivitas bagi banyak orang. Para ahli mengatakan bahwa virus corona telah membawa dampak pandemi insomnia.

 Covid-19 bisa berdampak pada kualitas tidur seseorang.

Baca juga: Perpaduan Rasa Keju dan Cokelat Bikin Kue Ini Makin Enak

“Sebagai manusia, kita membutuhkan rangsangan, perlu ada variasi dalam aktivitas kehidupan. Ketika hidup yang berulang, kurang stimulasi, kurang aktivitas akan berdampak pada kualitas tidur yang buruk,” kata Angela.

Rutinitas manusia yang rusak seperti inilah yang akhirnya memicu coronasomnia. Kegiatan seperti pergi ke bioskop, restoran, ataupun tempat lain yang dapat bertemu banyak orang tidak bisa dilakukan lagi. Setiap orang dituntut agar tetap menjaga jarak dan sebisa mungkin tidak keluar rumah.

“Covid-19 telah menyebabkan kecemasan yang sangat besar bagi banyak orang. Orang-orang khawatir terhadap pekerjaan mereka, anak-anak mereka, tentang sakit. Ada lebih banyak kecemasan, ketakutan dan depresi,” kata profesor kesehatan UC Davis di Internal Medicine Department, Kimberly Hardin.

Akibat dari kekhawatiran itu banyak orang yang tidak bisa tidur. Hal ini juga dapat merusak ritme sirkadian (siklus tidur-bangun) yang mengatur sel pada tubuh manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini