Peneliti Indonesia Temukan Solusi Hentikan Wabah DBD

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 481 2292322 peneliti-indonesia-temukan-solusi-hentikan-wabah-dbd-uouviIEOvr.jpg Ilustrasi (Foto : Asia Times)

Ia pun menegaskan bahwa peningkatan gas dan rumah kaca pun memainkan peran di pertumbuhan populasi nyamuk Aedes aegypti. Tidak hanya itu, peningkatan suhu pun meningkatkan kecepatan replikasi virus, kelangsungan hidup vektor, reproduksi, dan tingkat menggigit yang dapat menyebabkan musim penularan yang lebih lama.

Belum berhenti di sana, perubahan iklim juga mendorong perubahan curah hujan rata-rata dan dalam frekuensi serta besaranya kejadian terkait iklim ektrim, termasuk banjir dan kekeringan yang dapat mengubah waktu wabah penyakit.

Soal angka kasus, dalam setahun infeksi dengue ini bisa sampai 390 juta infeksi, dengan 96 juta di antaranya pasien gejala DBD. Ya, gejala DBD ini berkisar dari mual dan muntah hingga ruam, nyeri, dan rasa sakit di tubuh. Pada kasus parah, pasien DBD akan mengalami kekurangan oksigen, perdarahan yang hebat, bahkan kematian jika tidak ditangani dengan segera dan tepat.

Nyamuk

Di sisi lain, karena penelitian ini mengharuskan pelepasliaran nyamuk di masyarakat, ternyata ada masalah lain yaitu kepercayaan publik. Ya, dikatakan WMP, dukungan yang sangat besar akan memaksimalkan hasil uji cobanya. "Karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi dari penduduk setempat, sehingga terbangun kepercayaan yang mendasar," terang Profesor Cameron Simmons, direktur WMP di Oseania dan ketua penyelidik untuk uji coba ini.

Salah satu kunci dari keberhasilan penelitian ini adalah edukasi yang tak kenal lelah pada masyarakat menyoal bakteri Wolbachia yang diusuntikkan ke nyamuk.

"Dari penelitian ini, akan dilakukan pengujian lebih besar lagi dengan sasaran 75 juta orang di seluruh dunia selama lima tahun ke depan," kata Janina Khayali, direktur WMP untuk Amerika. Ia pun yakin bahwa teknik ini dapat diterapkan di Amerika Latin dan Asia secara lebih luas.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini