Beautypedia, Apa Itu Pori-Pori?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 611 2292132 beautypedia-apa-itu-pori-pori-Ra4ygN051S.jpg Ilustrasi (Foto : Sheknows)

Saat ini, banyak wanita yang berlomba-lomba menggunakan alas bedak atau foundation dengan kandungan high coverage untuk menghasilkan kulit halus tanpa pori-pori. Bahkan, beberapa beauty influencer juga menggalakannya.

Nampaknya, pori-pori dianggap suatu kekurangan sehingga orang-orang berusaha menutupi atau bahkan menghilangkannya. Memangnya apa sih pori-pori itu?

Melansir Medical News Today, pori-pori adalah lubang kecil di kulit seseorang. Jika seseorang memiliki pori-pori yang besar, mereka mungkin tidak dapat mengubahnya. Ada dua jenis pori. Satu melepaskan minyak alami tubuh, yang disebut sebum; yang lainnya melepaskan keringat. Terkadang pori-pori pelepas minyak tampak membesar.

Baca Juga : 4 Potret OOTD Kekinian ala Raline Shah

Kulit setiap orang ditutupi rambut-rambut kecil, selain di telapak tangan dan kaki mereka. Setiap folikel rambut memiliki pori-pori di bagian atasnya.

Perawatan Wajah

Folikel rambut memiliki kelenjar di dalamnya yang menghasilkan minyak. Ini disebut kelenjar sebaceous. Saat kelenjar sebaceous melepaskan minyak, minyak naik ke atas kulit dan terkumpul di pori-pori.

Menurut studi tahun 2016 ini, penyebab utama pori-pori membesar adalah:

- Sebum yang berlebihan: Ini terjadi ketika kelenjar sebaceous seseorang menghasilkan banyak minyak, dan mereka memiliki kulit berminyak.

- Elastisitas menurun di sekitar pori: Ini terjadi saat kulit menjadi kurang kenyal, dan pori-pori tampak membesar.

- Volume folikel rambut meningkat: Ini terjadi ketika pori-pori di ujung folikel rambut tersumbat.

Ketika minyak terkumpul di pori-pori dan bercampur dengan kotoran atau riasan, pori-pori bisa tersumbat. Ini meregangkan pori, membuatnya terlihat lebih besar dari yang sebenarnya. Jika pori tetap tersumbat, jerawat bisa berkembang.

Seberapa aktif kelenjar sebaceous seseorang, bergantung pada gennya. Itu juga tergantung pada ukuran pori-pori mereka.

Memiliki pori-pori besar bukanlah masalah kesehatan. Seperti yang dijelaskan dalam studi 2015 ini, ukuran pori murni merupakan pertimbangan estetika.

Rasanya tidak mungkin untuk menghilangkan pori-pori besar, tetapi kebanyakan orang dapat mengurangi penampilannya. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memastikan kulit mereka tetap kenyal dan pori-pori mereka tetap tidak tersumbat. Berikut beberapa tipsnya.

1. Memilih produk berbahan dasar air

Jika seseorang memiliki kulit berminyak, mereka harus memastikan bahwa mereka menggunakan produk yang berbahan dasar air. Menggunakan produk berbahan dasar air mencegah minyak berlebih masuk ke pori-pori.

Seseorang dengan kulit berminyak dan pori-pori besar harus menghindari produk berbasis minyak. Ini dapat menyebabkan minyak berlebih pada kulit, membuat pori-pori tampak lebih besar.

2. Membasuh wajah di pagi dan sore hari

Mencuci wajah adalah perawatan kulit dasar. Tetapi dengan banyaknya produk yang tersedia, seseorang mungkin lupa untuk menggunakan air hangat dan pembersih.

Memiliki kebiasaan mencuci muka yang baik sangatlah penting. Mencuci wajah setiap pagi dan sore hari membantu menghilangkan minyak dan kotoran dari pori-pori, yang membantu mengecilkan penampilan.

3. Selalu menghapus riasan di malam hari

Sangat penting untuk selalu menghapus riasan sebelum tidur. Tidur dengan riasan semalaman dapat menyebabkan pori-pori seseorang tersumbat. Ini karena riasan, minyak, dan bakteri menumpuk di pori-pori.

Menggunakan tisu pembersih adalah cara cepat untuk menghilangkan riasan jika seseorang tidak memiliki banyak waktu.

Cuci Muka

4. Menggunakan masker tanah liat

Menggunakan masker tanah liat sekali atau dua kali seminggu dapat membantu menghilangkan minyak dari pori-pori. Hal ini dapat mencegahnya membesar, dan memperkecil tampilannya.

Namun, sebaiknya lakukan ini pada hari yang berbeda dengan pengelupasan. Merawat kulit secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi. Ketika kulit teriritasi, pori-pori mungkin tampak membesar dan timbul noda.

5. Gunakan pelembap

Ide melembapkan kulit berminyak mungkin berlawanan dengan intuisi. Namun, ini bisa membantu mengurangi pembesaran pori.

Meskipun pembersih pelembap dapat menyumbat pori-pori, sebaliknya, lotion pelembab yang digunakan setelah mencuci dan menepuk kulit hingga kering bermanfaat.

Ini karena pelembap menghidrasi dan melembutkan kulit. Hal ini memungkinkan sebum untuk menembus lebih dalam ke dalam kulit, daripada duduk di pori-pori di permukaan.

Dengan cara ini, pelembap mencegah pori-pori tersumbat oleh minyak, sehingga mengurangi penampakannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini