Mengenal Quarter Life Crisis, Ketika Anak Muda Merasa Hidupnya Tak Berguna

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 612 2292189 mengenal-quarter-life-crisis-ketika-anak-muda-merasa-hidupnya-tak-berguna-q9scew8fXA.jpg Ilustrasi Stres. (Foto: Freepik)

KETIKA masih muda, seseorang mungkin memiliki semangat dan target yang tinggi. Mungkin awalnya mereka berapi-api dan bersemangat untuk mencapai target yang mereka tetapkan.

Namun seiring waktu, apa yang ditargetkan nampaknya tidak bisa tercapai. Ketika itu terjadi, banyak mereka yang merasa frustrasi, cemas, hingga depresi.

Memang, ketika muda apalagi saat dia memasuki usia 25 tahun, biasanya dia akan mengalami krisis yang disebut dengan quarter life crisis. Ketika hal ini terjadi, dia merasa semua hal yang terjadi dalam kehidupannya salah dan menyebabkan ketidakbahagiaan.

Dikutip dari Bright Side, seseorang yang berusia 25 tahun mulai memikirkan masa depan. Dia memandang kehidupan dengan cara yang lebih realistis. Dia pun mulai mengevaluasi diri dan menentukan target. Bahkan bisa saja timbul rasa tidak berguna yang diam-diam menghancurkannya.

Kerasnya tuntutan kehidupan itulah yang membuat seseorang stres hingga depresi. Hal ini bakal bertambah buruk jika orang tersebut punya sisi perfeksionis. Dia mungkin akan menghukum diri akibat gagal mencapai target yang ditetapkan. Bahkan bisa saja timbul rasa tidak berguna yang diam-diam menghancurkannya.

anak muda stres

Quarter life crisis merupakan fase kehidupan saat seseorang merasa cemas tentang masa depan. Tahukah Anda seperti apa tanda-tanda orang yang mengalami krisis ini? Simak uraian berikut:

Sedikit teman

Orang berusia 25 tahun ke atas biasanya memiliki teman dekat dalam jumlah terbatas. Hal ini terjadi lantaran Anda mulai sadar kualitas pertemanan lebih penting ketimbang kuantitas. Jadi, Anda akan sangat selektif memilih teman.


Selalu cemas

Orang yang mengalami quarter life crisis selalu cemas, apalagi saat hendak mengambil keputusan. Jika mengalami hal ini, cobalah meminta saran kepada orang tua yang lebih berpengalaman.

Kurang percaya diri

Terlalu sering membandingkan diri dan kehidupan dengan orang lain membuat seseorang kehilangan percaya diri. Padahal bisa jadi kehidupan yang Anda keluhkan menjadi idaman orang lain.

Sering sedih

Rasa sedih dan putus asa muncul akibat ketidakmampuan mengatasi masalah atau ketidakpuasan terhadap sesuatu. Sedih boleh, tapi jangan berlarut-larut. Jangan terlalu kejam dengan diri agar bebas dari kesedihan.

 

Mempertanyakan tujuan hidup

Apakah Anda pernah merasa dihantui pertanyaan, “mau jadi apa?” Jika iya, itu tandanya Anda sedang mengalami quarter life crisis. Hal itu terjadi lantaran dia mulai menata kehidupan agar lebih mapan.

Jika mengalami hal ini, cobalah meminta saran kepada orang tua yang lebih berpengalaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini