Virus Corona Bisa Bertahan di Kulit Manusia hingga 9 Jam

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 481 2292709 virus-corona-bisa-bertahan-di-kulit-manusia-hingga-9-jam-ZUbHF3QKrs.jpg (Foto: Shutterstock)

Para peneliti melanjutkan, kulit manusia yang sudah meninggal, terutama epidermisnya, mengalami kerusakan perlahan setelah kematian dibandingkan organ lain dan ini dapat digunakan untuk pencangkokan bahkan 24 jam setelah kematian.

Sampel diambil dari kulit perut orang yang meninggal berusia antara 20 hingga 70 tahun. Durasi post mortem dalam waktu 24 jam dan sampel kulit ini dipotong menjadi persegi panjang yang ukurannya sekitar 4x8 cm persegi.

Pada proses penelitiannya, para ilmuwan menyiapkan campuran SARS-CoV2 dan virus influenza A (IAV) dengan media kultur atau lendir pernapasan bagian atas. Campuran tersebut kemudian dioleskan ke permukaan kulit manusia.

Setelah itu, peneliti mendisinfeksi permukaan dengan etanol 80 persen dan memeriksa apakah virus bertahan atau tidak. Uji coba ini dilakukan tidak hanya di kulit manusia, tapi juga pada benda mati seperti permukaan baja tahan karat, permukaan kaca borosilikat, dan permukaan polistiren.

Hasilnya bagaimana?

Tim pertama kali memvalidasi model eksperimental mereka menggunakan sampel IAV pada kulit. Peneliti pun menilai stabilitas SARS-CoV2 dan IAV yang dicampur dalam media kultur sel.

Diketahui bahwa virus SARS-CoV2 kira-kira 8 kali lipat dari waktu bertahan IAV pada permukaan uji. Namun, ketika diuji pada kulit manusia, virus tersebut dengan cepat dinonaktifkan dibandingkan dengan baja tahan karat, kaca borosilikat, dan permukaan polistiren.

 Virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 diketahui dapat bertahan hidup pada kulit dan benda mati.

Baca juga: Kenali Coronasomnia, Gangguan Tidur Akibat Pandemi Virus Corona

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini