Mau Ikut Demo? Baca Dulu Protokol Kesehatan Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 481 2292812 mau-ikut-demo-baca-dulu-protokol-kesehatan-ini-DJAA2CJK4X.jpeg Demo di tengah pandemi (Foto: OKezone)

Pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membuat para buruh, mahasiswa, dan berbagai ormas menjadi geram. Keputusan tersebut akhirnya memicu aksi protes berujung demo sejak beberapa hari lalu.

Tentunya berdemo pada masa pandemi Covid-19 bukanlah pilihan terbaik yang bisa dilakukan. Alhasil protokol kesehatan wajib diterapkan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 saat berdemo.

Menurut ahli epidemiologi, mengenakan masker bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona saat berdemonstrasi. Meski demikian risiko terinfeksi tidak dapat ditekan hingga angka nol.

 demo

Cara ini hanya berguna untuk mengurangi risiko infeksi bagi diri sendiri dan orang lain.

Seperti dilansir dari Live Science, Ahli Epidemiologi di Universitas Boston, Eleanor Murray, memberikan tips mengurangi risiko terinfeksi Covid-19 saat berdemo. Beberapa diantaranya adalah:

1. Mengenakan penutup wajah

2. Mengenakan pelindung mata untuk mencegah cedera

3. Tetap terhidrasi

4. Gunakan hand sanitizer

5. Jangan berteriak, gunakan tanda atau alat pembuat kebisingan sebagai gantinya

6. Tetaplah berada dalam kelompok kecil

7. Jaga jarak sejauh enam kaki atau dua meter dari kelompok lain

Baca juga: Selain Uang Kertas, Virus Corona Bertahan di Permukaan Ponsel hingga 28 Hari

Selain itu, Profesor Klinis Emeritus Penyakit Menular dan Vaksinologi di University of California, Berkeley School of Public Health, John Swartzberg mengatakan, para pengunjuk rasa seringkali masih muda dan kemungkinan tidak memiliki kondisi yang memperburuk Covid-19. Tetapi mereka mungkin tinggal bersama orangtua atau orang yang dicintainya.

“Jika mereka mengabaikan tindakan pencegahan jarak sosial, mereka akan mengembalikannya kepada orang tua dan kakek nenek. Orang-orang memprotes pengambilan nyawa seseorang. Tapi ironisnya, mereka melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan kematian orang lain,” kata Swartzberg.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini