Mengenal Norovirus yang Serang China di Tengah Pandemi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 481 2292927 mengenal-norovirus-yang-serang-china-di-tengah-pandemi-covid-19-KqJUFJWVu9.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Kunjungan fasilitas kesehatan dan unit gawat darurat di China mengalami lonjakan beberapa minggu terakhir. Kebanyakan kasusnya adalah pasien dengan keluhan diare yang disinyalir disebabkan oleh norovirus.

Detailnya, angka pasien dari 20 September hingga 26 September mencapai 113.361 kasus. Angka kasusnya pun dilaporkan terus meningkat hingga sekarang. Hal ini membuat Pusat Pengendalian dan Pencegahan (CDC) China mengeluarkan anjuran agar masyarakat menjaga kebersihan lebih ekstra guna mencegah infeksi norovirus.

"Laporan kasus diare meningkat, dengan sebagian besar disebabkan oleh infeksi norovirus dan beberapa kasus lainnya karena bakteri patogen," kata Deputi Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC Guo Hung-wei, menurut laporan Taipei Times.

Lebih lanjut, diketahui sudah ada 58 klaster penyakit ini dalam empat minggu kejadian. Kebanyakan kasusnya disebabkan oleh infeksi norovirus, jumlahnya 393 kasus. Sebaran kasusnya sendiri yaitu Kota Taipei Baru (10), Kaohsiung (9), Taichung (8), Taipei (7) dan Kabupaten Changhua (5).

Sakit Perut

Baca Juga : 4 Protokol Kesehatan Khusus untuk Cegah Klaster Keluarga

Dokter CDC Lin Yung-ching mengatakan bahwa kebiasaan menikmati barbekyu bersama keluarga dan teman selama akhir pekan Festival Pertengahan Musim Gugur, jumlah kasus diare yang dilaporkan dalam periode tersebut telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Penyebabnya berasal dari virus atau bakteri patogen yang ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi, tetapi terkadang dapat ditularkan melalui kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi, seperti paparan muntahan atau feses, atau bahkan menghirup droplet dari orang yang terinfeksi norovirus," kata Lin.

Gejala umum gastroenteritis virus dan bakteri adalah muntah dan diare. Sementara itu, beberapa kasus melaporkan gejala seperti demam, sakit perut, mual, atau badan merasa lelah.

Di sisi lain, gejala infeksi norovirus lebih seperti flu musiman, termasuk nyeri otot. Beda dengan gejala gastroenteritis bakterial termasuk darah di tinja.

Lin menambahkan, orang biasanya sembuh dari infeksi norovirus dalam dua hingga tiga hari, tetapi gastroenteritis bakterial dapat bertahan hingga 10 hari, tergantung pada usia seseorang, sistem kekebalan, dan asupan makanannya.

"Jika orang mengalami demam, diare, sakit perut, atau muntah selama dua hingga tiga hari tanpa perbaikan yang menyebabkan dehidrasi, mereka harus segera mencari pertolongan medis," saran Lin.

Sakit Perut

Secara umum, sambung Lin, saran yang dianjurkan ialah orang harus menyiapkan makanan segar dan menyimpannya di lemari es sebelum memasak, menangani makanan mentah dan matang secara terpisah, dan memasak makanan sampai matang dalam suhu internal melebihi 70 derajat celsius.

"Sedangkan mereka yang mengolah makanan harus sering mencuci tangan dengan sabun," katanya.

Lin menambahkan, orang yang mengalami gejala gastroenteritis sebaiknya istirahat di rumah, hindari menyiapkan makanan, minum lebih banyak air, dan menjaga keseimbangan elektrolit dan asupan nutrisi. "Jika harus keluar rumah, sebaiknya memakai masker dan sering mencuci tangan," terang Lin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini