Sama-Sama Bergejala Diare, Ini Beda Norovirus dan Rotavirus

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 481 2293149 sama-sama-bergejala-diare-ini-beda-norovirus-dan-rotavirus-suamFxdGLR.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

China kembali mengalami tantangan kesehatan, usai dilanda pandemi Covid-19 sejak akhir 2019, kini Negeri Tirai Bambu itu diserang oleh Norovirus. Ratusan kasus terjadi akibat Norovirus dengan gejala utama berupa diare.

Sekadar informasi penyakit Norovirus sendiri merupakan infeksi virus yang dapat dikenali dari gejala seperti diare cair, muntah, atau keduanya. Beberapa pasien pun melaporkan mengalami demam, kram perut, perasaan lelah, sakit kepala, dan nyeri otot.

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) ada sekiranya 21 juta kasus akibat Norovirus dilaporkan setiap tahun. Gejala norovirus ini mirip dengan infeksi virus yang disebut Rotavirus yang lebih umum menyerang anak-anak.

Mereka yang terkena virus ini sering menyebut penyakit mereka sebagai ‘flu perut’. Namun istilah ini keliru, karena tidak satupun dari ini disebabkan oleh virus flu. Sebaliknya, flu perut lebih dikenal sebagai gastroenteritis.

Diare

Umumnya penyakit ini mengacu pada iritasi lambung atau saluran cerna, yang dapat menyebabkan diare, muntah, dan sakit perut. Dokter Penyakit Menular Anak di Rumah Sakit dan Klinik Universitas Lowa, dr. Lukasz Weiner mengaku lebih memilih istilah gastroenteritis ketimbang flu perut.

"Banyak, banyak virus dan banyak bakteri dapat menyebabkan gejala yang digambarkan seseorang sebagai flu perut yang bisa menyesatkan. Saya pikir itu istilah yang lebih akurat secara medis. Tapi saya tahu orang menggunakan istilah flu perut untuk menggambarkan sesuatu yang serupa,” kata dr. Weiner, melansir dari US News, Selasa (13/10/2020).

Baca Juga : Mengenal Norovirus yang Serang China di Tengah Pandemi Covid-19

Dokter Penyakit Menular di Rumah Sakit Mount Auburn di Cambridge, Massachusetts, dr. Robin Colgrove menjelaskan perbedaan antara Norovirus dan Rotavirus, dalam istilah medis. Menurutnya kedua penyakit ini disebarkan oleh apa yang disebut transmisi fekal-oral, yakni feces manusia.

Dengan kata lain penyakit diare yang sangat menular ini dengan cepat ditularkan dari satu korban ke korban berikutnya.

"Penularannya keluar dari rektum satu orang dan melalui mulut orang lain. Jadi mereka ditularkan melalui tinja. Bahkan kotoran mikroskopis dari diare encer dapat membawa virus,” terang dr. Colgrove.

Virus ini akan bertahan di permukaan meja. Kondisi tidak bersih semakin memicu penyebaran penyakit menular ini. Di bagian dunia berkembang, mereka biasanya disebarkan melalui pasokan air.

Sementara di negara maju lainnya, penyakit ini biasanya menyebar ketika orang berada dalam jarak dekat seperti: pusat penitipan anak, rumah sakit, dan kapal pesiar. Mereka juga bisa disebarkan melalui persiapan makanan.

Faktanya, norovirus adalah penyebab utama penyakit bawaan makanan. Hal ini menyebabkan restoran bergulat dengan wabah penyakit sangat sulit dihilangkan. Pakar medis mengatakan agak sulit untuk dapat membedakan antara Norovirus dan Rotavirus hanya berdasarkan gejala.

Namun Anda bisa mengenali perbedaan kedua virus ini dengan ciri-ciri yang dirasakan : 

- Norovirus ditandai dengan: mual, muntah, diare encer, sakit perut, demam, pegal-pegal.

- Rotavirus ditandai dengan: muntah, diare encer, demam, sakit perut, dan dehidrasi.

Perbedaan utama antara Norovirus dan Rotavirus dapat diketahui berdasarkan pada siapa yang tertular, berapa lama infeksi biasanya berlangsung dan kemungkinan komplikasi. Norovirus biasanya berlangsung tidak lebih dari sekitar dua setengah hari.

Sedangkan Rotavirus umumnya berlangsung tiga hingga delapan hari. Sebab Rotavirus biasanya menyerang bayi dan anak kecil, mereka akan kehilangan cairan lebih signifikan daripada orang dewasa. Dehidrasi parah, terutama pada bayi dan anak kecil, dapat mengancam nyawa.

Meskipun anak-anak juga bisa terkena Norovirus, tapi virus ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa.

"Norovirus adalah penyebab paling umum dari diare akut pada orang dewasa di negara maju. Ini berbeda dengan diare dari kondisi kronis seperti penyakit radang usus atau yang disebabkan oleh kuman yang ditemukan seseorang saat bepergian ke luar negeri,” terang dr. Colgrove.

Anak Diare

Rotavirus adalah penyebab paling umum dari penyakit diare akut pada anak-anak di dunia sebelum vaksinasi untuk melawan penyakit tersebut tersedia. Meskipun Norovirus umumnya lebih cepat menyebar, penyakit menular dapat bertahan di populasi yang lebih rentan, seperti orang dewasa yang lebih tua yang memiliki masalah kesehatan lain.

Orang dewasa yang pernah menderita Rotavirus saat masih anak-anak, biasanya mengembangkan kekebalan tubuh seumur hidup terhadap virus ini. Tetapi Norovirus dapat menginfeksi manusia berulang kali. Lebih sulit bagi tubuh untuk membangun pertahanan melawan penyakit ini karena virus jauh lebih mudah berubah atau bermutasi. Tidak ada vaksin untuk Norovirus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini