Ini Alasan Banyak Jam Tangan Palsu, Efek Tuntutan Jaga Image?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 194 2293689 ini-alasan-banyak-jam-tangan-palsu-efek-tuntutan-jaga-image-DZRSIrk3Pa.jpg Ilustrasi (Foto : Medium)

Jika kita masuk ke pusat perbelanjaan, salah satu barang yang paling banyak dijajakan adalah jam tangan. Benda yang satu ini kini fungisnya bukan cuma sekadar alat penunjuk waktu, tetapi sudah bagian dari gaya hidup.

Ya, banyak orang menunjukkan status sosialnya lewat jam tangan yang dikenakan. Meski bagi orang awam, mereka sulit menebak apakah itu barang asli atau palsu, yang penting merek terpampang nyata.

Hal ini diakui Paul Cahyadi, CEO Machtwatch, bahwa fenomena pergeseran substansi penggunaan jam tangan itu nyata adanya. "Jadi, dulu mungkin jam tangan sekedar alat penunjuk waktu, tetapi sekarang menjadi penunjuk status sosial," paparanya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, belum lama ini.

Jam Tangan

Ia melanjutkan, jam tangan sudah lama menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Sebagian brand jam tangan bahkan telah menjadi salah satu instrumen investasi karena nilai jual yang tinggi. Karena itu, nilai merek itu sendiri menjadi hal yang penting bagi pemilik jam tangan.

"Mengikuti perkembangan era digital, membeli jam tangan jadi semakin mudah berkat banyaknya pilihan platform belanja online. Tapi, kemudahan itu menjadi pisau bermata dua. Seller jam tangan terlalu sporadis sehingga masyarakat kesulitan menemukan produk yang sesuai," ungkapnya.

Baca Juga : 5 Gaya Hijab Nyentrik ala Fatin Shidqia, Gemesin Banget!

Persaingan antarpenjual pun mengakibatkan harga tidak kompetitif. Lebih parahnya lagi, sambung Paul, kini sangat banyak jam tangan palsu dengan kualitas rendah dijual secara online.

Menurut Federation of the Swiss Watch Industry FH, brand-brand jam tangan dunia merugi hingga jutaan dolar tiap tahun akibat menjamurnya barang palsu. Mereka memperkirakan lebih dari 40 juta jam tangan palsu Swiss yang diproduksi setiap tahun.

Kondisi ini tidak hanya merugikan secara materi, namun juga merusak reputasi dari brand yang direplika. Di Indonesia sendiri praktik pemalsuan dan penjualan jam tangan imitasi marak terjadi terutama karena banyaknya konsumen yang kurang teredukasi, ditambah dengan sulitnya proses verifikasi keaslian produk saat belanja online.

Oleh karena itu, Paul menyarankan agar masyarakat bisa memanfaatkan beberapa aplikasi pembelian jam online, misalnya Jamtangan.com. "Salah satu indikator toko online menjual jam tangan asli adalah dilakukannya akurasi pada barang yang dijual. Jadi, enggak sembarangan jual barang," terangnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini