Lagi, Uji Coba Vaksin Covid-19 Dihentikan karena Sebabkan Penyakit Misterius

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 481 2293337 lagi-uji-coba-vaksin-covid-19-dihentikan-karena-sebabkan-penyakit-misterius-ZpZv8KbTNL.jpg Uji coba vaksin Covid-19 (Foto: Freepik)

Masih ingat penghentian uji coba vaksin Covid-19 yang dikembangkan Oxford dan AstraZeneca di pertengahan September? Vaksin Covid-19 tersebut dilaporkan menyebabkan kelumpuhan.

Nah, vaksin Covid-19 lain yang tengah diuji coba pun dilaporkan dihentikan sementara. Hal ini dikarenakan subjek studi mengembangkan penyakit misterius.

Ya, penghentian uji coba vaksin Covid-19 diputuskan menyusul adanya laporan penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada subjek uji. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan vaksin dan mengurangi ekspektasi perbaikan cepat untuk pandemi.

 uji coba vaksin

Menurut laporan HuffPost, para peneliti yang melakukan uji coba vaksin Covid-19 Johnson and Johnson pada 60.000 sukarelawan di seluruh dunia mulai menghentikan uji coba pada Senin, 12 Oktober 2020.

Perusahaan yang berbasis di New Jersey tersebut merupakan salah satu dari segelintir perusahaan di dunia yang telah mencapai tahap akhir pengujian vaksin pada manusia.

"Kami telah menghentikan sementara pemberian dosis lebih lanjut pada semua uji klinis kandidat vaksin Covid-19 kami, karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada peserta studi," menurut pernyataan perusahaan.

Lebih lanjut, pernyataan lebih rincinya akan dijelaskan usai para peneliti mengungkap kondisi peserta uji coba yang dievaluasi secara menyeluruh. "Kami berkomitmen untuk memberikan pembaruan yang transparan selama proses pengembangan klinis dari kandidat vaksin kami," tambahnya.

Baca juga: Adanya Gunung Api Bawah Laut Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Dalam laporan tersebut, diterangkan juga bahwa kejadian ini memastikan bahwa peristiwa buruk seperti penyakit, kecelakaan, atau lainnya, bahkan sesuatu yang lebih serius adalah bagian dari yang diharapkan dari setiap studi klinis terutama studi besar.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini