Bukan Taruh Peti Mati, Begini Cara Edukasi Orang yang Tak Percaya Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 481 2293628 bukan-taruh-peti-mati-begini-cara-edukasi-orang-yang-tak-percaya-covid-19-6Cb1z398LT.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Sebagian masyarakat saat ini sudah tidak percaya, bahkan acuh dengan bahayanya Covid-19. Tak jarang pula, mereka malah melanggar protokol kesehatan. Lantas edukasi apa yang tepat bagi mereka yang sudah abai dengan virus tersebut?

"Kalau saya melihat secara psychologist, mereka yang tidak peduli adalah mereka yang memang mau tidak mau harus menafkahi hidup, dan keluarga. Edukasi yang tepat adalah diajak ngobrol," kata Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, Liza Marielly Djaprie dalam webinar Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Pusat, Rabu (14/10/2020).

Pakai Masker

Ia juga mengatakan, mungkin juga orang yang sudah tidak peduli dengan kehadiran virus corona ini adalah anak-anak remaja. Biasanya mereka hidup bebas dengan pilihannya, sehingga ancaman Covid-19 ini malah diabaikan.

"Mungkin ada juga adalah mereka-mereka yang sudah sangat antipati ketika kita sudah sampai pada titik itu jadi akhirnya, ta udah, suka-sukanya kita dan karena kita punya prioritas yang lebih untuk dilakukan," terangnya.

Baca Juga : Inggris Laporkan Kasus Pertama Pasien Covid-19 Kehilangan Pendengaran

Oleh karenanya edukasi yang paling tepat itu adalah mengajak bicara mereka, dan mendengarkannya bukan memberikan sanksi bermacam-macam. Salah satunya seperti menaruh peti mati.

"Mereka orang-orang sebenarnya pengennya minta didengarkan kita. Jadi kalau hanya sekadar misal gitu ya menaruh peti mati, menggali kubur itu sebenarnya tidak memberikan efek jera. Jadi buat lucu-lucuan," ujarnya.

"Jalan tengahnya ini sebenarnya yang berbeda. Jadi kalau ditanya edukasi apa, itu tergantung dari apa yang mereka keluarkan dan kemudian kita bisa mencari jalan tengah kebutuhan mereka apa sih sebenarnya," tambahnya.

Edukasi di sini, kata Liza, harus menyesuaikan dengan lingkungannya. Sehingga apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik, serta ketika kita mendengarkan keluhan orang yang acuh pada Covid ini bisa dipahami.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini