Uji Coba Vaksin Covid-19 Libatkan Anak 12 Tahun, Amankah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 481 2293719 uji-coba-vaksin-covid-19-libatkan-anak-12-tahun-amankah-hiohFqgGOm.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Dari banyaknya perusahaan farmasi yang coba memproduksi vaksin Covid-19, Pfizer cukup menyita perhatian. Bukan soal uji coba yang dihentikan, tetapi memasukkan kelompok usia 12 tahun sebagai bagian dari subjek studi eksperimentalnya.

Menurut laporan New York Post, Pfizer akan menguji vaksin Covid-19 pada anak-anak berusia 12 tahun dalam upaya uji klinis tahap akhir yang lebih beragam.

Luar biasanya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengizinkan tindakan ini. Keterangan resmi pun keluar di website pada Senin 12 Oktoner 2020. "Pfizer akan melakukan uji coba vaksin Covid-19 pada anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun dalam studi Fase 3 yang dikembangkannya dengan perusahaan Jerman, BioNTech," tulis laporan tersebut.

Vaksin Covid-19

Ada alasan khusus kenapa para peneliti vaksin Covid-19 Pfizer memasukkan kelompok ini sebagai subjek uji coba. "Ini akan memungkinkan para peneliti memahami potensi keamanan dan kemanjuran vaksin pada individu dari berbagai usia dan latar belakang," kata pembuat obat yang berbasis di New York tersebut.

Ide ini muncul sekitar sebulan setelah Pfizer meningkatkan jumlah peserta dalam uji coba Fase dari 30.000 menjadi 44.000 orang dan memperluas penelitian untuk memasukkan subjek berusia 16 tahun serta orang dengan infeksi HIV dan hepatitis kronis.

"Studi ini akan memberikan hasil yang cukup pada akhir bulan ini dan akan menunjukkan apakah bidikan itu berhasil atau tidak," kata CEO Pfizer, Albert Bourla.

Baca Juga : IDI: Vaksin Covid-19 Terbaik Sekarang Adalah Protokol Kesehatan

Pihak perusahaan mengatakan, hingga sekarang sudah ada 37.864 sukarelawan yang mendaftar untuk terlibat dalam uji coba vaksin Covid-19 ini.Uji coba fase 3 ini adalah langkah penting dalam rangkaian proses untuk menentukan apakah vaksin tersebut aman dan efektif.

"Lebih dari 31.000 subjek penelitian telah menerima vaksinasi kedua pada Senin lalu," lapor Pfizer.

Sekitar 42 persen peserta dalam studi internasional ini berusia 56 hingga 85 tahun, dan sekitar 43 persen adalah orang Asia, kulit hitam, Hispanik, Latin atau Amerika Pribumi. Uji coba ini dilakukan di 120 lokasi klinis di 4 negara, termasuk 39 negara bagian di Amerika Serikat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini