Apa Itu Rebo Wekasan?

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 612 2293362 apa-itu-rebo-wekasan-hysKyYhiTJ.jpg Ilustrasi masjid (Foto: Unsplash)

Rebo wekasan merupakan salah satu ritual keagamaan yang dilakukan setiap bulan Shafar terakhir. Biasanya sebagian umat Islam melakukan doa, seperti sholat hajat untuk menolak bala.

Seperti dikutip dari laman Pondok Pesantren Lirboyo, bala yang turun ini terlebih dahulu dipilih oleh seorang Wali Quthb (wali tertinggi) dan barulah kemudian menimpa umat manusia.

Imam al-Dairabi berkata :

ذَكَرَ بَعْضُ الْعَارِفِيْنَ مِنْ أَهْلِ الْكَشْفِ وَالتَّمْكِيْنِ أَنَّهُ يَنْزِلُ فِي كُلِّ سَنَةٍ ثَلَاثُ مِئَةِ أَلْفِ بَلِيَّةٍ وَعِشْرُوْنَ أَلْفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ وَكُلُّ ذَلِكَ فِيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِيْرِ مِنْ صَفَرَ فَيَكُوْنُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبَ أَيَّامِ السَّنَةِ

Artinya: “Sebagian ulama Arifin dari Ahli Kasyf menuturkan bahwa pada setiap tahunnya diturunkan 320 ribu bala’ (cobaan). Yaitu terjadi pada hari Rabu terakhir dari bulan Shafar. Pada waktu itu merupakan hari terberat dari sekian banyak di hari dalam satu tahun.”

Menurut KH Maimoen Zubair, rebo wekasan dapat melakukan sholat sunah hajat sebanyak empat rakaat. Kemudian pada tiap rakaat, setelah membaca surat al-Fatihah membaca surat Al-Kautsar 17 kali, surat Al-Ikhlash 5 kali, Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan Al-Nas) 1 kali.

 Kedatangan bencana di muka bumi ini, merupakan sesuatu yang ghaib dan tidak ada yang tahu kecuali Allah.

Dikutip dari Konsultasisyariah, kegiatan ini dilanjutkan dengan memberikan sedekah makanan kepada fakir miskin. Tidak hanya itu, ada pula yang menyuruh untuk membuat rajah-rajah dengan model tulisan tertentu pada secarik kertas, kemudian dimasukkan ke dalam sumur, bak kamar mandi, atau tempat-tempat penampungan air lainnya.

Muncul keyakinan, siapa yang melakukan ritual tersebut pada rebo wekasan, dia akan terjaga dari segala bentuk musibah dan bencana yang turun ketika itu.

Sebagai orang beriman, kita harus meyakini bahwa sumber syariat adalah Al-Quran dan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedatangan bencana di muka bumi ini, merupakan sesuatu yang ghaib dan tidak ada yang tahu kecuali Allah.

Satu-satunya cara untuk mengetahui hal itu adalah melalui wahyu Al-Quran dan sunah.

Lajnah Daimah pernah ditanya tentang ritual rebo wekasan yang dilakukan di akhir safar. Jawaban yang diberikan, "Amalan seperti yang disebutkan dalam pertanyaan, tidak kami jumpai dalilnya dalam Al-Quran dan sunah. Tidak juga kami ketahui bahwa ada salah satu ulama masa silam dan generasi setelahnya yang mengamalkan ritual ini. Jelas ini adalah perbuatan bid’ah."

Terdapat hadis shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

“Siapa yang membuat hal yang baru dalam agama ini, yang bukan bagian dari agama maka dia tertolak.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dll).

Baca juga: Air Laut dan Air Tawar Tak Bercampur dalam Penjelasan Alquran dan Sains

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini