6 Keluhan Psikologis Masyarakat Selama Pandemi Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 481 2293914 6-keluhan-psikologis-masyarakat-selama-pandemi-covid-19-OG46dtrQn6.jpg Merasa tak bahagia (Foto: Carry On Friends)

Pandemi Covid-19 yang menyerang dunia tidak saja membawa dampak pada kesehatan manusia. Masalah psikologis masyarakat juga turut terganggu akibat kondisi tersebut.

Psikolog Klinis, DR. Indria L. Gamayanti, M.Si mengatakan, masalah psikologis yang saat ini dialami masyarakat Indonesia sangatlah tinggi. Ia menjelaskan, terdapat setidaknya enam masalah psikologis tertinggi.

mood swing

Temuan ini diperoleh berdasarkan keluhan dan hasil diagnosis oleh psikolog klinis. Setidaknya ada enam hambatan yang terjadi. Hambatan tersebut diantaranya

1. Masalah belajar, khususnya pada klien anak dan remaja sebesar 27,2%

2. Keluhan stres umum sebesar 23,9%.

3. Keluhan kecemasan sebesar 18,9%.

4. Keluhan mood swing (suasana hati yang berubah-ubah) 9,1%.

5. Gangguan kecemasan 8,8%.

6. Keluhan somatis 4,7%.

Indria mengatakan, secara umum masalah psikologis yang konsisten banyak ditemukan pada semua kelompok usia. Masalah-masalah ini jika tidak segera mendapat penanganan dapat berlanjut menjadi gangguan lebih serius.

“IPK Indonesia siap membantu pemerintah untuk melakukan pendampingan dan layanan pada masyarakat guna mewujudkan kesehatan jiwa masyarakat Indonesia,” terang Indria, dalam webinar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2020, Rabu (14/10/2020).

Dalam upaya menanggulangi masalah psikologis tertinggi yang ditemukan pada beragam kelompok usia, IPK Indonesia telah menjalin kolaborasi bersama berbagai pihak. diantaranya dengan Kwartir Nasional Pramuka dengan Program Pelatihan Dukungan Psikologi Awal.

Baca juga: Viral Seorang Pria Gagal Nikah, Calon Istri Malah Kabur dengan Mantannya

“Tujuannya untuk membantu masyarakat agar mampu melakukan deteksi dini, penanganan keluhan maupun gangguan psikologis pada tingkat awal dan memahami kapan dan ke mana harus melakukan rujukan,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini