Rokok Elektronik Ternyata Juga Tidak Sehat

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 481 2294057 rokok-elektronik-ternyata-juga-tidak-sehat-cbHjCs1N53.jpg Rokok elektronik (Foto: Pixabay)

Saat ini, keberadaan rokok elektronik kian digemari oleh masyarakat, terutama anak muda. Rokok elektronik dinilai memiliki beberapa kelebihan seperti bentuknya yang lucu, hingga rasanya yang beragam.

Menurut survei, mereka yang telah beralih dari rokok konvensional menjadi pengguna rokok elektronik juga identik dengan masyarakat yang memiliki jenjang pendidikan tinggi. Kendati demikian, apakah rokok elektronik cenderung lebih aman untuk dikonsumsi?

 rokok elektronik

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor, dan Zat Adiktif (BPOM), Tri Asti Isnariani mengatakan, pihaknya memberlakukan rokok elektronik sebagai produk yang berbahaya.

"Berbahaya karena rokok elektronik masih menghasilkan asap," ujar Asti dalam webinar Bahaya dan Kebijakan Pengendalian Rokok Elektronik di Indonesia pada Kamis (15/10/2020).

Asti menjelaskan, asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia. Salah satunya termasuk senyawa penyebab kanker (karsiogenik), dan ratusan senyawa toksik lainnya.

Sedangkan aerosol (uap kimia), yang dihasilkan saat vaping mengandung bahan berbahaya seperti nikotin, ultrafine particles, flavoring yang dipanaskan dan diinhalasi, senyawa organik yang mudah menguap (benzena), serta logam berat (nikel, timah, timbal).

Toksisitas dan dampak kesehatan yang terdapat dalam cairan aerosol rokok elektronik pun mengandung masing-masing risikonya. Seperti kandungan nikotin yang dapaf menyebabkan adiksi, glicol yang berpotensi mengiritasi saluran pernapasan dan paru-paru.

Aldelhyde, otoluidine, naphtylamine yang dapat menyebabkan karsinogen. Selain itu ada juga kandungan logam dan heavymetals yang dapat menyebabkan inflamasi paru-paru, jantung, sistemik, serta kerusakan sel.

Disisi lain, dari kajian terupdate WHO, produk rokok elektronik bernikotin atau tanpa nikotin, serta produk tembakau yang dipanaskan dapat dikategorikan sebagai produk yang membawa dampak negatif untuk kesehatan.

Baca juga: Viral Seorang Pria Gagal Nikah, Calon Istri Malah Kabur dengan Mantannya

Ini karena tidak cukup bukti ilmiah untuk menyebut rokok elektronik sebagai produk less harmful, sehingga tidak dapat diklaim sebagai upaya cara merokok yang lebih sehat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini