Viral Seorang Pria Gagal Nikah, Calon Istri Malah Kabur dengan Mantannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 612 2293882 viral-seorang-pria-gagal-nikah-calon-istri-malah-kabur-dengan-mantannya-UlewTiZ8Ny.jpg Viral pria gagal nikah (Foto: Inst Putrie_Haaanie)

Viral di media sosial, seorang pria harus mengubur mimpi indahnya untuk menikah. Pasalnya, calon mempelai wanita menghilang ketika hari pernikahan sudah dekat. Namun calon pengantin laki-laki berusaha ikhlas menerimanya.

"Di saat rencana pernikahanku dan fitting baju sudah 100%, Tuhan berencana lain. Tiba-tiba keesokan harinya calon istriku hilang dan tak ada kabar, dan keluarganya juga tidak tahu dia ke mana. Aku bingung dan stres banget dan undangan sudah disebarkan," ujar keterangan tertulis dalam sebuah unggahan di Instagram @putrie_haaanie.

 

"Dan ternyata dia kabur sama mantannya, dan mantannya adalah temanku sendiri juga. Dan mereka pergi ke luar kota dan nikah diam-diam. Betapa hancurnya hatiku Tuhan," lanjutnya.

"Rencana-Mu lebih hebat Tuhan dari apa yang aku inginkan, kuatkan hamba Tuhan," tambah keterangan video itu.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, mengalami peristiwa kehilangan calon istri membutuhkan kekuatan batin bagi yang mengalaminya. Sangat melelahkan, ada rasa malu, harga diri, bahkan kehormatan akan tercabik-cabik, belum lagi kepercayaan yang sudah diciderai oleh calon pasangan.

"Kerugian materi yang telah dipersiapkan dan perasaan terlecehkan akan membentuk rasa kecewa yang sangat besar, ujungnya akan merusak silaturahim antara kedua belah pihak berlarut-larut," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, dibutuhkan kebesaran hati untuk menerima peristiwa tersebut, segala aspek psikologi sosial disekitarnya harus saling bahu membahu memberikan dukungan moral bagi mempelai laki-laki untuk menerima takdir, yang mungkin dirasa tidak berpihak. Namun sesungguhnya telah menyelamatkan dirinya dari kehancuran rumah tangga.

"Belajar dari semangat Nabi Musa yang meminta pasangan terbaik kepada Allah, dengan ikhtiar dan tawakal, biar Allah yang menata kembali untuk jodoh kita," terangnya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Artinya: "Katakanlah, kepada mereka ("Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami) yaitu bencana. (Dialah pelindung kami) yang menolong dan yang mengatur urusan-urusan kami (dan hanya kepada Allahlah orang-orang yang beriman harus bertawakal," (QS. Attaubah:51)

"Sesungguhnya ini adalah langkah awal Allah dalam rangka mengangkat derajat kita lewat musibah tersebut," pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini