Hilangkan Stres, Hampir 8 Tahun Pekerjaan Pria Ini Bikin Orang Menangis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 612 2293952 hilangkan-stres-hampir-8-tahun-pekerjaan-pria-ini-bikin-orang-menangis-LOYhOEAAps.jpg (Foto: Google)

Pria berusia 45 tahun ini menjelaskan bahwa menangis membawa manfaat besar bagi kesehatan mental seseorang. Selain itu cara ini juga dapat merangsang aktivitas saraf parasimpatis, yang memperlambat detak jantung dan memiliki efek menenangkan pikiran.

Semakin keras seseorang menangis, maka semakin baik pula perasaannya. Bahkan setetes air mata pun dapat memberikan keajaiban bagi kesehatan dan kesejahteraan seseorang secara umum.

Jenis air mata yang dikeluarkan juga penting. Hidefumi Yoshida menjelaskan air mata yang disebabkan oleh pengalaman emosional singkat, seperti menonton drama atau film romantis, membaca buku yang menarik atau mendengarkan lagu yang kuat, adalah tipe yang terbaik.

Tangisan yang disebabkan oleh kesedihan sangatlah berbeda. Itu memaksakan kesedihan yang abadi kepada kita, dan itu bisa memiliki konsekuensi negatif. Hidefumi Yoshida telah menyebarluaskan manfaat menangis selama hampir delapan tahun.

Tapi karir mengajar air mata benar-benar meningkat pada 2015, ketika Jepang memperkenalkan program pemeriksaan stres wajib untuk perusahaan dengan 50 karyawan atau lebih.

Sejak itu, ia berjuang untuk memenuhi permintaan dari perusahaan dan entitas lain untuk memberikan ceramah dan menggunakan rui-katsu untuk membantu orang menghilangkan stres.

“Pekerjaan saya adalah membuat orang merasa segar melalui tangisan. Saya telah membuat hampir 50.000 orang meneteskan air mata dalam tujuh setengah tahun terakhir. Saya menggunakan film, buku anak-anak, dan surat untuk membuat orang menangis,” lanjutnya.

Selain itu ia pun menggunakan film dengan tema berbeda pada golongan tertentu seperti keluarga, hewan, atlet, atau alam. Beberapa orang menangis hanya karena melihat pemandangan alam yang indah.

“Saya tidak yakin apakah saya benar-benar bisa menangis. Saya terkejut menemukan diri saya dipenuhi dengan emosi dan menangis sampai-sampai menyakitkan. Setelah itu saya merasa segar, seolah-olah saya sedang mandi,” tegas salah satu peserta Rui Katsu.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini