Punya Golongan Darah O? Selamat Anda Jadi Incaran Nyamuk!

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 612 2294392 punya-golongan-darah-o-selamat-anda-jadi-incaran-nyamuk-tcU89sWTBf.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERNAHKAH Anda merasa menjadi incaran nyamuk? Meskipun duduk bersama keluarga atau teman, tetapi intensitas Anda digigit nyamuk nampaknya lebih sering.

Gigitan nyamuk memang menyebalkan, tidak jarang bekas gigitan nyamuk membuat kulit merah atau bahkan membuat jendolan. Lantas, kenapa nyamuk lebih tertarik pada Anda ketimbang orang lain?

Dalam studi yang digelar oleh Journal of Medical Entomology, disebutkan bahwa nyamuk lebih suka menggigit orang-orang pemilik golongan darah tipe O dua kali lebih sering ketimbang orang dengan golongan darah tipe A.

Profesor entomologi di Universitas Florida, Jonathan F. Day mengatakan pada dasarnya masih lebih banyak penelitian perlu dilakukan pada preferensi nyamuk potensial untuk golongan darah tertentu.

nyamuk

Namun ia setuju bahwa nyamuk menangkap beberapa isyarat yang diberikan yang membuat nyamuk mungkin lebih suka untuk menggigit pada orang-orang tertentu. Termasuk alasan Anda lebih sering digigit nyamuk daripada yang lain.

“Isyarat-isyarat ini memberi tahu nyamuk bahwa mereka akan pergi ke sumber darah. Mungkin CO2 adalah yang paling penting," jelas Jonathan dikutip dari Huffpost.

"Jumlah CO2 yang Anda hasilkan, seperti orang dengan tingkat metabolisme tinggi, faktor genetik, dan faktor-faktor lain dapat meningkatkan jumlah karbon dioksida yang kita hasilkan. Semakin banyak Anda memberikan, semakin menarik diri Anda untuk nyamuk,” tambahnya.

Faktor kedua adalah soal warna busana, mengingat nyamuk adalah tipe hewan yang punya penglihatan mumpuni. Tetapi nyamuk memilih terbang dekat ke tanah agar terhindar dari angin.

Nyamuk dapat membedakan mangsanya dengan pandangan cakrawala, jadi warna busana yang kita pakai memang bisa jadi salah satu faktor pemicu. “Jika mengenakan pakaian warna gelap memang lebih menarik perhatian nyamuk karena diri kita menonjol dari cakrawala. Berbeda dengan orang yang mengenakan baju warna-warna terang," tambahnya.

Faktor terakhir ialah suhu temperatur tubuh, yang berkaitan dengan perbedaan genetik dan perbedaan fisik. Orang-orang yang memiliki suhu temperatur tubuh lebih tinggi, entah karena banyak berolahraga, atau aktif bergerak, bahkan atau karena mengonsumsi minuman beralkohol, akan punya peluang lebih besar untuk digigit oleh nyamuk karena dilihat nyamuk sebagai ‘mangsa’ yang lebih menarik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini