Waspadai Sindrom Biskuit Susu yang Sering Menyerang Anak

Dara Siti Nabillah, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 481 2294750 waspadai-sindrom-biskuit-susu-yang-sering-menyerang-anak-bB99ytvTCj.jpg Ilustrasi Anak Sakit (Foto: Shutterstock)

Sindrom biskuit susu sering terlihat pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sindrom yang sering menyerang anak usia balita ini tidak boleh disepelekan orangtua.

Karena, gejala yang dialami anak bisa batuk, pilek, sakit tenggorokan, kelelahan, dan sembelit. Mari kita kenali sindrom biskuit susu seperti dilansir dari times of India, Sabtu (17/10/2020):

Ilustrasi anak sakit

Baca juga: 5 Efek Samping Berlebihan Konsumsi Teh Hijau

Apa itu sindrom biskuit susu ?

Sindrom biskuit susu paling sering terjadi pada anak-anak yang mengonsumsi gula berlebih dan lemak olahan. Pola makan yang tidak sehat, terutama saat larut malam juga bisa memicu sindrom tersebut.

Hal ini tidak hanya disebabkan oleh susu dan biskuit, ada beberapa jenis makanan lain yang turut berperan, yaitu minuman ringan, soda, jus kemasan, susu, yogurt, es krim, cokelat, dan makanan ringan yang mengandung gula berlebih juga bisa menjadi penyebab utamanya.

Penyebab Sindrom biskuit susu biasanya disebabkan oleh makanan yang merupakan produk susu atau memiliki tingkat pengawet dan gula yang tinggi. Ketika makanan seperti itu dikonsumsi tepat sebelum tidur, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Saat anak tidur, kandungan asam yang disebabkan oleh produk makanan ini di lambung mengalir kembali dari kerongkongan dan terkadang bahkan sampai ke tenggorokan.

Anak-anak tidak menghadapi masalah sakit maag seperti orang dewasa, itulah sebabnya mereka sering mengalami pilek, dada sesak, batuk, atau sakit tenggorokan, karena sindrom biskuit susu. Jika anak Anda sering mengeluh tentang masalah seperti itu, maka inilah saatnya untuk memeriksakan masalah anak Anda.

Cara mengobati :

Kesalahan diagnosis, yang merupakan skenario umum dalam banyak kasus, tidak hanya dapat memperburuk gejala tetapi juga tidak mengakhiri sindrom tersebut. Obat hanya menutupi gejalanya untuk sementara, yang akan muncul kemudian jika pola makan tidak sehat terus berlanjut.

Ilustrasi anak sakit 

Cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah dengan mengurangi konsumsi produk olahan susu dan makanan bergula tepat sebelum tidur. Karena hal ini dapat mencegah refluks asam yang dapat menyebabkan sindrom biskuit susu.

Mungkin Anda terbiasa memberi anak segelas susu sebelum tidur, tetapi pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter anak jika anak sering mengeluh batuk, pilek, radang tenggorokan atau sembelit. Meskipun susu adalah gudang nutrisi, namun konsumsinya tidak boleh berlebihan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini