Suka Membandingkan Diri di Usia 25 Tahun? Tanda Quarter Life Crisis

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 00:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 612 2295196 suka-membandingkan-diri-di-usia-25-tahun-tanda-quarter-life-crisis-tRZOcAcyId.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

USIA 25 tahun memang dianggap rawan bagi anak muda, karena biasanya di rentang usia tersebut seseorang akan mengalami krisis yang disebut dengan quarter life crisis. Pasalnya, memasuki 25 tahun orang akan memandang kehidupan dengan cara yang lebih realistis.

Dikutip dari Bright Side, seseorang yang berusia 25 tahun mulai memikirkan masa depan. Dia pun mulai mengevaluasi diri dan menentukan target. Bahkan bisa saja timbul rasa tidak berguna yang diam-diam menghancurkannya.

Quarter life crisis merupakan fase kehidupan saat seseorang merasa cemas tentang masa depan. Biasanya, teman yang dimiliki pun akan terbatas. Hal ini terjadi lantaran Anda mulai sadar kualitas pertemanan lebih penting ketimbang kuantitas. Jadi, Anda akan sangat selektif memilih teman.

anak muda stres

Tapi, orang yang mengalami quarter life crisis selalu cemas, apalagi saat hendak mengambil keputusan. Jika mengalami hal ini, cobalah meminta saran kepada orang tua yang lebih berpengalaman.

Ditambah lagi, dia akan sering membandingkan diri dan kehidupan dengan orang lain membuat seseorang kehilangan percaya diri. Padahal bisa jadi kehidupan yang Anda keluhkan menjadi idaman orang lain.

Baca Selengkapnya: Mengenal Quarter Life Crisis, Ketika Anak Muda Merasa Hidupnya Tak Berguna

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini