Dokter: Pasien Hepatitis B dan C Berisiko Tinggi Kanker Hati

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 481 2296028 dokter-pasien-hepatitis-b-dan-c-berisiko-tinggi-kanker-hati-ZeXSxxM9Mb.jpg Pasien pergi ke dokter (Foto: Flex Jobs)

Masalah kanker di Indonesia jadi salah satu fokus perhatian yang terus digaungkan. Bukan hanya soal pencegahannya, tetapi juga soal tindakan terbaik untuk para pasien kanker.

Bicara soal kanker, dalam laporan Global Cancer Incidence, Mortality, and Prevalence (GLOBOCAN) 2018, dipaparkan bahwa di Indonesia, kanker hati secara keseluruhan memiliki angka insidensi sebesar 18.468 kasus.

 kanker hati

Kanker hati sendiri merupakan penyebab kematian karena kanker peringkat keempat dengan angka prevalensi 5 tahun yang rendah sebesar 14.383 kasus.

Lebih lanjut lagi, Hepatoselular Karsinoma merupakan salah satu tipe kanker hati primer yang paling umum dengan perburukan penyakit yang sangat buruk. Tidak hanya itu, kanker ini pun menjadi faktor kematian yang tinggi.

Pada penelitian yang dilakukan secara retrospektif antara Januari 2015 hingga November 2017 di dua rumah sakit yang memberikan pelayanan onkologi di Jakarta, tercatat 282 pasien terdiagnosis Hepatoselular Karsinoma dengan 23,4 persen pasien meninggal dunia dalam rentang waktu 6 bulan.

Bicara soal kasus kanker hati, Dr dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM, menjelaskan bahwa ada kelompok tertentu yang berisiko tinggi mengidap kanker hati. Mereka itu adalah pasien dengan riwayat penyakit hepatitis B dan C.

"Ya, pasien dengan riwayat hepatitis B dan C memiliki risiko kanker hati yang lebih tinggi," terangnya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (19/10/2020).

Fakta membuktikan, sambungnya, dari 100 pasien kanker hati, 60 di antaranya akibat infeksi virus hepatitis, dan 40 kasus lainnya karena fatty liver dan penyebab lain. Sementara itu, dari 60 pasien kanker hati yang disebabkan virus hepatitis, sekitar 60-70 persen adalah hepatitis B dan sisanya hepatitis C.

 Baca juga: Gambar Kucing Raksasa Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Nazca Peru

"Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien hepatitis, khususnya hepatitis B dan C untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk dapat memantau perkembangan penyakit hepatitisnya dan mendeteksi risiko kanker hati sejak dini," kata dr Irsan.

Ia menambahkan, penanganan yang dilakukan sedari stadium awal dapat meningkatkan harapan hidup secara bermakna. Selain itu, berbagai pilihan terapi termasuk terapi target dan imunoterapi telah berkembang di dunia dan beberapa di antaranya telah tersedia di Indonesia.

Pentingnya pemeriksaan kanker hati sedari dini dibenarkan Dahlan Iskan. Menurutnya, itu akan membantu Anda supaya tidak terlambat mendapat tindakan yang tepat.

"Saya termasuk yang terlambat diobati, karena itu saya bertahun-tahun berjuang mengalahkan kanker hati, sehingga pada akhirnya saya terpaksa melakukan transplantasi hati," cerita Dahlan Iskan.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar selain menjaga pola hidup sehat, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengetahui risiko-risiko kesehatan. Ini penting supaya ketika didapati masalah, bisa segera diatasi sejak awal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini