Kisah Pejuang Covid-19, Tetap Bekerja Walau WFH

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 481 2296045 kisah-pejuang-covid-19-tetap-bekerja-walau-wfh-qOFUAQXupe.jpg Ilustrasi isolasi mandiri (Foto: Evidently Cochrane)

Pandemi Covid-19 yang belum mereda memberikan dampak besar bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya orang yang merasakan dampak dari Covid-19 adalah Aldy.

Bahkan saat mengetahui dirinya telah terinfeksi penyakit, ia masih harus tetap berkerja karena tidak mendapatkan kesempatan untuk libur.

 melawan Covid-19

Aldy pertama kali mengetahui bahwa dirinya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 setelah kantor tempatnya berkerja melakukan tes swab secara massal. Satu hari usai pemeriksaan Aldy mendapatkan kabar mengejutkan dari perusahaan tempatnya berkerja. Ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan harus melakukan karantina mandiri.

“Waktu pertama kali ditelepon kantor sih kaget sebenernya. Tapi ngeliat kondisi tubuh yang gak berasa apa-apa (OTG) jadinya tidak dibawa panik banget. Jadi waktu dinyatakan positif yang dipikiran cuma ‘Ini waktunya buat istirahat di rumah’,” terang Aldy saat diwawancarai Okezone beberapa waktu lalu.

Untuk menghindari penyebaran penyakit, Aldy pun memutuskan untuk melakukan karantina mandiri di rumah. Uniknya ia justru tidak memberitahu dirinya terinfeksi Covid-19 kepada anggota keluarganya. Ia justru memilih diam, dan mengisolasi diri secara mandiri di rumah untuk menghindari ketakutan dalam keluarga yang berujung pada kondisi yang lebih buruk.

“Malah sampe sekarang, belom pernah bilang kalau sempat dinyatakan positif Covid-19. Karena ini adalah salah satu cara untuk mengurangi parno dalam keluarga. Apalagi kan gak ada gejala apa-apa. Paling tetap jaga jarak dan isolasi mandiri. Jadi pas di telepon kantor, langsung ngasingin diri di kamar selama 14 hari. Alat makan juga sudah dipisahin sendiri tanpa sepengetahuan keluarga,” lanjutnya.

Aldy menambahkan salah satu cara yang ia lakukan untuk menghindari kontak dengan keluarga di rumah yakni dengan membedakan jam makan bersama keluarga.

Ia mengaku baru keluar kamar untuk makan saat keluarga sudah kembali beraktivitas, begitu juga waktu makan malam. Tujuannya supaya tidak bertemu mereka sewaktu mengambil makanan.

Meski demikian, perjuangan terberat yang dialaminya saat terinfeksi Covid-19 bukan berasal dari bagaimana dirinya melakukan isolasi mandiri di rumah. Ia mengaku tetap melakukan semua pekerjaan kantornya meski sudah dinyatakan terinfeksi Covid-19.

 Baca juga: Gambar Kucing Raksasa Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Nazca Peru

Hanya saja, ia mengerjakan semua tugasnya dengan cara work from home (WFH) sambil melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Selama masa karantina, saya mengerjakan apa yang dikerjakan seperti biasa. Kantor sama sekali tidak memberikan libur satu hari pun setelah dinyatakan positif Covid-19,” lanjutnya.

Meski terlihat kurang adil, namun Aldy tetap tertib dan melaksanakan semua pekerjaannya dengan baik di rumah. Bahkan sampai ia dinyatakan negatif melalui tes swab kedua, ia tetap mengerjakan semua pekerjaanya di rumah seperti biasa.

Pada kesempatan yang sama, Aldy pun membagikan tips kepada masyarakat yang dinyatakan terinfeksi Covid-19. Menurutnya jika seseorang positif tapi tidak mengalami gejala apapun, diharapkan untuk tidak panik dan tergesa-gesa dalam mengambil langkah. Berdiskusi dengan keluarga atau melakukan isolasi mandiri di rumah bisa menjadi pilihan terbaik.

“Kecuali jika dua hari setelah dinyatakan positif Anda sesak napas atau ada gejala lainnya, baru segera meminta penangangan ke tenaga medis terdekat baik puskesmas atau rumah sakit. Intinya jangan terlalu takut, karena kesembuhan berasal dari pikiran sendiri. Apalagi virus ini nggak ada obatnya, jadi semua mengandalkan imun tubuh sendiri. Semakin seseorang semangat, semakin orang cepat sembuh. Kalau kebanyakan takut, nanti malah makin drop,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini