Dokter Reisa Minta Masyarakat Tidak Takut Divaksin Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 481 2296445 dokter-reisa-minta-masyarakat-tidak-takut-divaksin-covid-19-zMBzYUiacT.jpg Dokter Reisa (Foto : YouTube/Sekretariat Presiden)

Salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah Indonsia menyelesaikan pandemi Covid-19 adalah vaksinasi. Ya, pemberian vaksin besar-besaran akan dilakukan bila vaksin Covid-19 sudah berhasil didapatkan.

Vaksinasi Covid-19 pada masyarakat pun menjadi fokus Presiden Joko Widodo. Ia mengharapkan agar persiapan vaksinasi dilakukan dengan baik dan detail, mulai dari pengadaan vaksin, distribusi, sampai implementasi vaksinasi.

"Saya harapkan betul-betul disiapkan mengenai vaksin, mengenai komunikasi publiknya terutama, yang berkaitan dengan halal dan haram, yang berkaitan dengan harga, yang berkaitan dengan kualitas, nanti yang berkaitan dengan distribusinya seperti apa," ujar Jokowi dalam Rapat Terbatas, belum lama ini.

Baca Juga : Cara Hentikan Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta, PSBB Transisi Efektif?

Karena itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro meminta masyarakat tidak lagi meragukan manfaat dari vaksin yang nantinya akan diberikan pemerintah. Sebab, vaksin yang nantinya ada di masyarakat dipastikan sudah melewati pemeriksaan super ketat.

"Vaksin yang akan diberikan itu sudah melalui tahapan uji klinis yang ketat disertai pengawasan dari lembaga otoritas milik pemerintah maupun lembaga internasional yang mengurusi kesehatan," kata dr Reisa, dikutip dari laman Setkab.go.id.

Dokter Reisa mengungkapkan vaksin adalah bentuk upaya pembuatan kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Ini adalah upaya pencegahan agar masyarakat tidak perlu terpapar penyakit dahulu untuk menumbuhkan kekebalan tubuh atau imunitas.

Dokter Reisa

"Vaksinasi merupakan upaya pemberian kekebalan tubuh untuk melawan virus yang sudah dikenali dan diyakini manjur mengendalikan wabah, bahkan memberantas dan menghilangkan wabah dan penyakit di dunia, seperti cacar dan polio," ujarnya.

Ditambahkan dr Reisa, vaksin adalah pelengkap dan datang secara bertahap, serta digunakan sesuai skala prioritas. "Namun kita tidak boleh lengah dan menurunkan disiplin 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," pesannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini