Dokter Reisa: Vaksin Covid-19 Pemerintah Sesuai WHO dan MUI

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 481 2296462 dokter-reisa-vaksin-covid-19-pemerintah-sesuai-who-dan-mui-vB54uxFlxd.jpg Jubir Penanganan Covid-19, Dokter Reisa (Foto : YouTube/Sekretariat Presiden)

Vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan pemerintah Indonesia dikerjakan dengan sangat teliti dan detail. Karena itu, pedoman yang dipakai dalam penyediaan dan pemeriksaan vaksin bersumber dari lembaga yang tidak sembarang, misalnya Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ya, selain Vaksin Merah Putih yang dikembangkan sendiri di Indonesia, vaksin yang akan digunakan lainnya dipastikan diperoleh melalui kerja sama dengan negara-negara yang sedang mengembangkan vaksin, serta melalui mekanisme kerja sama multilateral.

Diterangkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro, pengembangan dan pengadaan vaksin ini dilakukan pemerintah sesuai pedoman dan saran Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Dokter Reisa

"Tidak hanya itu, vaksin juga sesuai dengan aturan dan pedoman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), para ahli serta para ulama dan umara termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI)," katanya dalam keterangan resmi di Setkab.go.id. Itu artinya, manfaat vaksin sudah dikaji secara mendalam dan tidak perlu diragukan lagi.

Baca Juga : Dokter Reisa Minta Masyarakat Tidak Takut Divaksin Covid-19

Wakil Presiden Ma’ruf Amin, disampaikan dr Reisa, telah menyatakan bahwa para ulama terlibat aktif dalam persiapan vaksin ini. "Menurut Wakil Presiden, demi kemaslahatan umat manusia, vaksin teraman dan terbaik akan direkomendasikan ulama dan umara untuk melindungi masyarakat," ungkapnya.

Dokter Reisa menambahkan, BPOM sendiri telah mempersiapkan persetujuan penggunaan dalam keadaan darurat atau emergency use of authorization. BPOM juga memantau langsung lokasi uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac yang ditempatkan di Universitas Padjajaran di Kota Bandung. BPOM bahkan melakukan pemantauan langsung fasilitas-fasilitas pengembangan vaksin yang dimiliki negara-negara lain.

Dokter Reisa

BUMN PT Bio Farma juga terpilih sebagai salah satu produsen vaksin untuk Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI), yang artinya siap memproduksi obat COVID-19 yang teruji di tingkat dunia.

"Vaksin produksi Bio Farma selama ini sudah digunakan di lebih dari 150 negara, terutama negara-negara muslim. Bio Farma adalah center of excellence untuk vaksin dan bioteknologi di negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI)," terang dr Reisa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini