Waspada Osteoporosis Bikin Penderita Rentan Alami Patah Tulang

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 481 2296593 waspada-osteoporosis-bikin-penderita-rentan-alami-patah-tulang-gJQyVPFgri.jpg Ilustrasi (Foto: Canninghealthcare)

OSTEOPOROSIS masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia. Masih banyak masyarakat yang kurang peduli akan kesehatan tulang, padahal kondisi ini dapat menyebabkan risiko yang parah di kemudian hari.

Seksi Hubungan Luar Negeri PB. PEROSI, DR. dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR, FINASIM menjelaskan bahwa osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan suatu tulang dalam tubuh menjadi menurun. Alhasil tulang tersebut akan mengalami kerentanan sehingga patah dan faktur.

“Kalau tulangnya terbentur maka bisa patah bagi pasien osteoporosis. Penurunan kepadatan ini tidak menimbukan gejala, tapi kalau sudah patah baru menyebabkan masalah yang sangat besar,” terang dr. Rudy dalam Talkshow ‘Love Your Bones, Protect Your Future’, Selasa (20/10/2020).

Alhasil dr. Rudy menyarankan masyarakat untuk sebisa mungkin melakukan pencegahan sejak dini sebelum tulang menjadi patah. Sebab jika pengidap osteoporosis mengalami patah tulang, maka akan memiliki risiko kesakitan yang sangat tinggi.

“Pencegahan harus dilakukan sebelum patah ketimbang melakukan pengobatan setelah patah. Karena biayanya lebih mahal dan memiliki risiko kesakitan yang parah juga,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Rudy juga menjelaskan tentang bagian tulang pada tubuh pengidap osteoporosis yang sangat rentan patah. Terdapat setidaknya tiga tulang yang harus diwaspadai terlebih saat terkena benturan atau terjatuh.

“Tulang yang paling sering patah akibat osteoporosis adalah tulang belakang. Orangtua mulai pemendekan dan mulai bungkuk ini adalah gejala osteoporosis. Tulang panggul rentan patah karena jatuh. Yang terakhir adalah pergelangan tangan akibat jatuh dan menahan badan,” tuntasnya.

 Osteoporosis masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia.
(Foto: KlikDokter)

Baca juga: 6 Manfaat Mengonsumsi Selada yang Perlu Anda Ketahui

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini