4 Ciri Fisik Seseorang Mengalami Osteoporosis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 481 2296855 4-ciri-fisik-seseorang-mengalami-osteoporosis-k4Miw1Ym46.jpg Mengalami osteoporosis (Foto: On Health)

Osteoporosis masih menjadi tantangan terberat bagi golongan lansia di Indonesia. Penyakit yang satu ini bahkan dianggap sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala yang signifikan.

Namun jika dibiarkan osteoporosis dapat menyebabkan tulang menjadi rawan patah dan mengalami fraktur (retak) yang memiliki tingkat kesakitan tinggi.

 osteoporosis

Osteoporosis merupakan penyakit pada tulang di mana kepadatan dan kualitas tulang berkurang. Tulang seorang wanita akan lebih cepat keropos dibandingkan pria karena mengalami menopause. Selain itu wanita yang menderita osteoporosis, tulangnya lebih mudah patah walaupun hanya mengalami cedera ringan.

Ketua Umum PB. PEROSI, DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MKM, MS, Sp.GK-K mengatakan meski tidak memiliki gejala yang signifikan, namun seseorang bisa mewaspadai gejala osteoporosis berdasarkan ciri-ciri fisik yang dialami seseorang. Osteoporosis akan mulai terjadi saat tulang sudah mencapai Peak Bone Mass (Titik Massa Tulang) yang biasanya dicapai pada usia 20 hingga 30 tahun.

“Yang paling mudah dilihat adalah tinggi badan orang yang osteoporosis berkurang banyak. Tulang belakang menjadi bungkuk. Saat kondisi seperti ini seharusnya periksa Bone Mineral Densitometri (BMD) untuk mengetahui apakah mengalami osteopenia atau osteoporosis sebelum terjadi patah tulang,” ungkap dr. Fiastuti, dalam Talkshow ‘Love Your Bones, Protect Your Future’, Selasa (20/10/2020).

Selain itu tanda lain yang memperlihatkan seseorang mengalami gejala osteoporosis adalah sering mengalami cidera atau keretakan tulang.

Biasanya cidera sering terjadi pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan dan tulang pangkal paha. Sakit punggung yang berkelanjutan dalam jangka panjang juga bisa menjadi indikasi penyakit ini.

 Baca juga: Potret Anya Geraldine Jadi Pengantin Bali Menanti Calon Suami

“Kalau bisa sebelum mengalami empat ciri fisik tersebut muncul seharusnya sudah melakukan BMD. Jadi risiko penurunan massa tulang bisa diantisipasi,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini