Mengenali Fase Pembentukan Massa Tulang

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 481 2296863 mengenali-fase-pembentukan-massa-tulang-3yq4EJFh09.jpg Osteoporosis serang lansia (Foto: RACGP)

Osteoporosis menjadi penyakit yang paling sering mengintai lansia. Penyakit ini membuat massa tulang menjadi berkurang sehingga mudah mengalami fraktur (retak) dan patah. Alhasil tak sedikit lansia yang mengalami kelumpuhan karena mengalami patah tulang akibat terjatuh.

Lantas pada usia berapa seseorang mulai kehilangan massa tulang? Menjawab hal tersebut Ketua Umum PB. PEROSI, DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MKM, MS, Sp.GK-K mengatakan bahwa puncak massa tulang pada manusia ada di usia 30 tahun. Setelah usia tersebut massa tulang seseorang akan menurun secara bertahap.

 Lansia

“Sejak baru lahir hingga usia 20 tahunan massa tulang akan terus bertumbuh (active growth). Peak Bone Mass (Titik Massa Tulang) terjadi pada usia 30 tahun dan mulai mengalami penurunan (slow loss) pada usia 40 hingga 50 tahun. Pasa usia 50 hingga 60 tahun akan memasuki fase (rapid loss) dan pada usia di atas 60 tahun berada di fase (less rapid loss),” tutur dr. Fiastuti, dalam Talkshow ‘Love Your Bones, Protect Your Future’, Selasa (20/10/2020).

Oleh sebab itu memenuhi angka kebutuhan nutrisi harian sejak dini sangatlah dianjurkan untuk menjaga massa tulang di hari tua. Ia pun menjelaskan kebutuhan kalsium dan protein manusia berdasarkan usia pada fase active growth.

“Usia 1-3 tahun kalsium 700 mg dan protein 13 gram. Usia 4-8 tahun kalsium 1.000 mg dan protein 19 gram. Usia 9-13 tahun kalsium 1.300 mg dan protein 34 gram. Sementara usia 14-18 tahun kebutuhan kalsium sebanyak 1.300 mg dan protein 46 gram (wanita), 52 gram (pria),” lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa konsumsi makanan harian harus mencukupi asupan kalsium dan protein sebagai pembentuk tulang. Penyerapan kalsium membutuhkan vitamin D yang ideal. Tak lupa aktivitas fisik dan olahraga pun memiliki manfaat dalam pembentukan massa tulang.

 Baca juga: Potret Anya Geraldine Jadi Pengantin Bali Menanti Calon Suami

“Aktivitas fisik yang dianjurkan adalah weight bearing. Ini adalah olahraga yang menggunakan berat badan untuk membentur tulang sehingga memicu pembentukan massa tubuh di dalam tulang. Contoh olahraga weight bearing adalah jalan, jalan cepat, berlari, melompat dan lain sebagainya,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini