Ibu Hamil, Hindari 5 Bahan Kimia di dalam Skincare dan Kosmetik

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 611 2296814 ibu-hamil-hindari-5-bahan-kimia-di-dalam-skincare-dan-kosmetik-1FdH4DV24P.jpg Ibu hamil (Foto: Mom)

Bagi ibu yang sedang hamil biasanya memiliki banyak pantangan, agar janinnya tetap sehat. Misalnya dalam perawatan, ada beberapa jenis skincare yang perlu dihindari karena dikhawatirkan akan terkontaminasi dan membahayakan si cabang bayi.

Lalu kandungan skincare apa saja yang harus dihindari ibu hamil? Berikut ini enam bahan kimia yang dikhawatirkan membahayakan untuk kandungan, seperti dikutip dari laman Healthline Parenthood.

 ibu hamil

1. Retinoid

Vitamin A adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk kulit, kekebalan, reproduksi, dan kesehatan mata yang optimal. Setelah dikonsumsi atau diserap melalui kulit, tubuh Anda mengubahnya menjadi retinol.

Beberapa produk perawatan kulit anti penuaan menggunakan jenis retinol yang disebut retinoid, karena dapat membantu mengempeskan jerawat dan mengurangi garis halus.

Namun bagi ibu hamil hindari kandungan ini, karena akan menyebabkan gangguan pada kehamilan. Berpotensi bayi akan lahir cacat. Namun jika penggunaannya tidak berlebihan, atau sesuai anjuran dokter makan Anda masih bisa memakainya.

 

2. Asam salisilat dosis tinggi

Asam salisilat adalah bahan yang umum digunakan untuk mengobati jerawat karena kemampuannya sebagai antiradang, mirip dengan aspirin. Tetapi sebuah studi tahun 2013 menyimpulkan, produk yang memberikan asam salisilat dosis tinggi - seperti kulit dan obat oral - harus dihindari selama kehamilan.

Meskipun demikian, produk OTC topikal dosis rendah yang mengandung asam salisilat telah dilaporkan aman oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) .

3. Hydroquinone

Hydroquinone adalah produk resep untuk mencerahkan kulit atau mengurangi pigmentasi kulit yang terjadi akibat melasma dan kloasma, yang dapat disebabkan oleh kehamilan.

Namun tidak ada hubungan yang terbukti antara cacat bawaan yang parah atau efek samping dan hydroquinone. Tetapi karena tubuh dapat menyerap hidrokuinon dalam jumlah yang signifikan dibandingkan dengan bahan lain (25 hingga 35 persen menurut artikel ini ), sebaiknya batasi paparan (jika ada) selama kehamilan.

4. Phthalates  

Phthalates adalah bahan kimia pengganggu endokrin yang ditemukan di banyak produk kecantikan dan pribadi. Dalam penelitian pada hewan, disfungsi reproduksi dan hormon yang serius telah dikaitkan dengan paparan ftalat.

Kosmetik adalah sumber utama paparan ftalat, dan ftalat paling umum yang akan Anda temukan dalam produk kecantikan adalah dietilftalat (DEP).

Baca juga: Potret Anya Geraldine Jadi Pengantin Bali Menanti Calon Suami

5. Formaldehida

Formaldehida jarang digunakan sebagai pengawet dan desinfektan dalam produk kecantikan lagi, karena dikenal sebagai karsinogen. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, kandungan ini dapat meningkatkan risiko kemandulan dan keguguran.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini