Konsumsi Garam dan Kopi Sebabkan Osteoporosis, Mitos atau Fakta?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 481 2297124 konsumsi-garam-dan-kopi-sebabkan-osteoporosis-mitos-atau-fakta-gJEhUAuTgP.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Osteoporosis menjadi salah satu penyakit umum diidap oleh orang lanjut usia (lansia). Banyak mitos yang beredar seputar osteoporosis, salah satunya adalah akibat mengonsumsi kopi dan garam secara berlebihan. Apakah hal ini fakta atau hanya sekadar mitos belaka?

Menjawab hal tersebut Ketua Umum PB. PEROSI, DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MKM, MS, Sp.GK-K mengatakan konsumsi banyak garam memang dapat menyebabkan pengeluaran kalsium dalam tubuh secara berlebihan. Padahal kalsium sangat diperlukan oleh tubuh dalam proses pembentukan tulang.

Garam

“Garam berlebih menyebabkan pengeluaran kalsium dalam tubuh secara berlebihan. Natriumnya aja yang bahaya bukan hanya ada di garam melainkan di penyedap rasa dan pengawet sehingga harus dicermati konsumsinya jangan berlebih,” terang dr. Fiastuti, dalam Talkshow ‘Love Your Bones, Protect Your Future’, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga : Minum Terlalu Banyak Kopi Bisa Picu Jerawat, Mitos atau Fakta?

Di sisi lain dr. Fiastuti mengatakan mitos seputar kopi yang dapat menyebabkan osteoporosis serupa halnya dengan garam. Terlebih saat ini pencinta kopi sangat banyak dan mereka dapat menemukan banyak kedai yang menjual minuman tersebut dengan mudah.

“Kalau kopi sama juga, kalau terlalu banyak bisa menyebabkan osteoporosis. Kalau cuma 1 cangkir per hari masih oke. Garam, kopi, rokok itu harus dihindari. Kalau vitamin D sudah cukup baru kita olahraga supaya mendapatkan tulang kuat pada usia dewasa muda,” jelasnya.

Faktor risiko

Terlepas dari mitos garam dan kopi di halaman sebelumnya, penting bagi Anda untuk mengetahui faktor risiko osteoporosis. dr. Fiastuti mengatakan, ada faktor yang bisa membuat seseorang mengalami osteoporosis yakni faktor yang tidak bisa diterima dan bisa diterima.

Faktor risiko osteoporosis yang tidak bisa diterima adalah ras, jenis kelamin (wanita lebih rentan), usia, riwayat turunan, penyakit seperti haid terlambat dan menopause dini.

 osteoporosis

“Sementara risiko yang bisa diubah seperti kekurangan kalsium dan vitamin D, makan tidak teratur, konsumsi garam, kopi, alkohol, serta merokok, kurang aktivitas fisik dan paparan sinar matahari,” terang dr. Fiastuti.

Ia pun menjelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Menurutnya pencegahan terbaik harus dilakukan sejak dini. Bahkan pencegahan bisa dilakukan sejak pertama seseorang baru lahir ke dunia. Sebab menjaga kesehatan tulang sejak dini dapat Peak Bone Mass (puncak massa tulang) sehingga tidak akan menurun secara drastis ketika beranjak tua.

“Mencegahnya bisa dimulai dari sejak bayi. Defisiensi protein dan kalsium orang Indonesia itu sangat tinggi. Alhasil penyerapan kalsium harus masuk ke tulang, caranya dengan aktivitas fisik mulai dari bayi, balita, remaja dan dewasa muda sehingga saat tua nanti tidak mengalami osteoporosis,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini