Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Menurut Psikolog

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 481 2297198 cara-menjaga-kesehatan-mental-di-tengah-pandemi-menurut-psikolog-0K8sFDnIjh.jpg Cemas akibat pandemi Covid-19 (Foto: Thought Catalog)

Banyaknya masyarakat yang terjangkit Covid-19 tentu menimbulkan kecemasan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, pandemi ini juga berdampak ke seluruh sektor kehidupan sehingga beban hidup semakin bertambah.

Psikolog Klinis dari Encinitas California, Kelly Vincent mengatakan, pandemi dapat memicu ketakutan, kecemasan, serta perilaku yang tidak menentu.

"Ketika rasa takut mengambil kendali, baik sistem saraf dan bagian emosional otak kita bekerja berlebihan. Respons ini dapat menyebabkan impulsif, panik, dan perasaan tidak terkendali secara emosional," jelasnya.

Untuk itu, penting bagi Anda menjaga kesehatan mental di tengah pandemi Covid-19 ini. Kelly dan beberapa ahli lainnya memberikan beberapa tips terkait hal berikut seperti dilansir Forbes pada Rabu (21/10/2020).

 cemas dan stres

1. Kurangi asupan berita dan media sosial

Otak Anda dibangun untuk memecahkan masalah. Dan ketika Anda sudah merasa takut, secara alami mencari rangsangan di lingkungan eksternal Anda untuk memperkuat perasaan takut. Otak kemudian menghapus, mengubah, dan menggeneralisasi semua informasi yang masuk yang tidak sesuai dengan Anda.

Untuk mencegah rasa takut dan panik, Dr. Kreft merekomendasikan untuk membatasi konsumsi berita Anda menjadi sekitar lima hingga sepuluh menit per hari dan menetapkan batas waktu yang sama untuk memeriksa akun media sosial Anda. 

"Selain itu, jika seseorang yang Anda ikuti membagikan postingan yang sering kali tidak akurat atau mengganggu, coba nonaktifkan postingannya untuk berhenti melihat pembaruannya," tuturnya.

2. Dapatkan informasi hanya dari sumber yang dapat dipercaya

Dapatkan informasi dari sumber berita dan pembaruan terkait Covid-19 yang sah dan andal, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta situs resmi Kementerian Kesehatan.

"Sangat membantu untuk mengadopsi pendekatan yang lebih analitis saat Anda mengikuti laporan berita tentang virus corona. Anda juga akan ingin memverifikasi informasi yang Anda terima dari keluarga, teman, atau media sosial," kata American Psychological Association (APA).

Selain itu, "konsumsi hanya apa yang perlu Anda ketahui, apa yang paling relevan bagi Anda dan terutama apa yang terjadi atau diantisipasi dalam komunitas Anda sendiri," saran National Alliance on Mental Illness (NAMI).

 Baca juga: 5 Gaya Nagita Slavina di Labuan Bajo, Cantik Pakai Topi Maria Mercedes!

3. Prioritaskan makan nutrisi

"Stres dapat meningkatkan keinginan akan makanan enak yang tinggi gula dan lemak jenuh," kata Dr. Winsberg.

Ia mengatakan, jenis makanan ini sering kali menyebabkan efek tinggi dan selanjutnya dapat meningkatkan stres, mudah tersinggung, dan kecemasan. Untuk itu, saat memilih camilan dan makanan, pilihlah yang tinggi protein dan potasium karena terbukti membantu menenangkan suasana hati.

4. Luangkan waktu untuk perawatan diri

Saat stres meningkat, mudah bagi kita untuk melepaskan praktik perawatan diri yang positif, memprioritaskan aktivitas lain seperti pekerjaan dan pekerjaan rumah tangga. Namun inilah saat yang paling tepat bagi kita untuk mempraktikkan perawatan diri.

Dokter Kreft menyarankan untuk menyisihkan waktu 'me time' setiap harinya. Baik itu menulis jurnal, membaca buku, bermain dengan hewan peliharaan Anda atau mendengarkan musik atau podcast favorit Anda.

"Selain itu, jangan lupakan aktivitas perawatan diri kritis seperti makan sehat, cukup tidur dan aktivitas fisik teratur," katanya.

5. Terhubung dengan keluarga dan teman

Mempertahankan jaringan sosial dapat menumbuhkan rasa normalitas dan menyediakan saluran berharga untuk berbagi perasaan dan menghilangkan stres.

Anda dapat mempertahankan koneksi ini tanpa meningkatkan risiko tertular virus dengan berbicara di telepon, mengirim SMS atau mengobrol dengan orang-orang di platform media sosial.

Selain itu, Anda dapat melakukan tur virtual bersama-sama ke museum, taman nasional, dan situs lain melalui Google Arts & Culture, menonton konser dan acara lain yang disiarkan langsung, atau bermain game online dengan teman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini