Deddy Corbuzier Tantang Ketua IDI Terpilih Divaksin Covid-19, Apa Jawabannya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 481 2297298 deddy-corbuzier-tantang-ketua-idi-terpilih-divaksin-covid-19-apa-jawabannya-8ZqXPNGF9I.jpg Adib Khumaidi dan Deddy Corbuzier (Foto : YouTube/Deddy Corbuzier)

Vaksinasi Covid-19 jadi isu hangat belakangan ini. Terlebih, Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan prediksi bahwa masyarakat sudah bisa disuntik vaksin Covid-19 dimulai dari November 2020.

Tentu, banyak hal yang menjadi pertanyaan dari vaksinasi Covid-19 ini, termasuk apakah semua orang mau disuntikkan vaksin tersebut. Terlebih, Kemenkes sendiri menunjuk dokter dan tenaga kesehatan sebagai kelompok yang dirpioritaskan.

Hadir sebagai narasumber di Podcast YouTube Deddy Corbuzier, Ketua Terpilih Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 2021-2024, Dokter Muhammad Adib Khumaidi, SpOT, didesak Deddy terkait apakah dirinya mau divaksin atau tidak. Ia pun menjelaskan tidak keberatan untuk divaksin Covid-19.

Adib Khuimaidi

"Jika (vaksin Covid-19I itu sudah ada dasar efikasi dan safety-nya dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) keluarin itu, saya bersedia," terangnya di YouTube Channel Deddy Corbuzier, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga : Tips Antisipasi Munculnya Klaster Libur Panjang Menurut Pakar Epidemiologi

Dokter Adib pun menjelaskan kalau beberapa sejawatnya dari IDI pun sudah menerima vaksin Covid-19 di Bandung yang sedang diuji coba klinik. "Bareng sama Pak Ridwan Kamil juga," sambungnya.

Namun, Deddy kemudian mengatakan bahwa setiap sesuatu yang dibuat pasti ada risikonya dan apakah itu tidak membuat dokter jadi khawatir dengan vaksin Covid-19. Dokter Adib punya jawaban soal itu.

"Kami ingin menunjukkan transparansi bahwa vaksin Covid-19 ini memang punya efikasi dan safety yang baik dan bahwa vaksin ini sudah terjamin," katanya.

Sebelum itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Dokter Reisa Brotoasmoro menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia itu sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Vaksin yang sedang diuji itu sesuai pedoman dan saran Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Tidak hanya itu, vaksin pun sesuai dengan aturan dan pedoman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), para ahli serta para ulama dan umara termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI)," katanya dalam keterangan resmi di Setkab.go.id. Itu artinya, manfaat vaksin sudah dikaji secara mendalam dan tidak perlu diragukan lagi.

Dokter Reisa

Wakil Presiden Ma’ruf Amin, disampaikan dr Reisa, telah menyatakan bahwa para ulama terlibat aktif dalam persiapan vaksin ini. "Menurut Wakil Presiden, demi kemaslahatan umat manusia, vaksin teraman dan terbaik akan direkomendasikan ulama dan umara untuk melindungi masyarakat," ungkapnya.

Dokter Reisa menambahkan, BPOM sendiri telah mempersiapkan persetujuan penggunaan dalam keadaan darurat atau emergency use of authorization. BPOM juga memantau langsung lokasi uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac yang ditempatkan di Universitas Padjajaran di Kota Bandung. BPOM bahkan melakukan pemantauan langsung fasilitas-fasilitas pengembangan vaksin yang dimiliki negara-negara lain.

BUMN PT Bio Farma juga terpilih sebagai salah satu produsen vaksin untuk Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI), yang artinya siap memproduksi obat COVID-19 yang teruji di tingkat dunia.

"Vaksin produksi Bio Farma selama ini sudah digunakan di lebih dari 150 negara, terutama negara-negara muslim. Bio Farma adalah center of excellence untuk vaksin dan bioteknologi di negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI)," terang dr Reisa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini