Libur Panjang, Presiden Jokowi: Jangan Sampai Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 481 2297449 libur-panjang-presiden-jokowi-jangan-sampai-terjadi-kenaikan-kasus-covid-19-6U09exV2IV.jpg Presiden Jokowi (Foto : YouTube/Sekretariat Presiden)

Masyarakat Indonesia bersiap menikmati liburan panjang bersama pada akhir Oktober 2020. Kondisi ini diprediksi bakal digunakan masyarakat untuk bepergian ke luar kota untuk liburan atau hanya sekadar berekreasi. Tentunya hal ini sangat berbahaya karena dapat meningkatkan jumlah kasus positif virus corona Covid-19.

Terkait dengan rencana libur panjang akhir Oktober 2020, Presiden, Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat untuk mengingat dan belajar dari pengalaman beberapa bulan lalu. Sebab angka positif virus corona Covid-19 terdapat kenaikan yang cukup signifikan selama masa libur panjang.

Presiden Jokowi

“Ini perlu kita bicarakan, agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19. Perlu saya sampaikan per 18 Oktober rata-rata kasus aktif di Indonesia sebesar 17,69%. Ini lebih rendah dibanding jumlah kasus dunia sebesar 22,54%. Ini bagus sekali,” terang Jokowi dalam konferensi pers di YouTube Sekertariat Kabinet beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Pentingnya Olahraga Selama Pandemi, Ini 7 Cara Amannya

Selain itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memprediksi masyarakat biasanya akan melakukan perjalanan seperti pulang kampung, kumpul bersama keluarga, atau liburan, rekreasi dan lain-lain. Oleh sebab itu melakukan antisipasi perlu dilakukan untuk mencegah munculnya klaster libur panjang.

“Pengalaman kita sebelumnya saat libur terjadi mobilitas yang sangat tinggi. Masyarakat bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Aktivitas ini bisa menimbulkan media penularan Covid-19. Jadi buat liburan kali ini tidak menjadi media penularan,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini