Kena Penyakit Langka, Perempuan Ini Tak Mampu Mengenali Wajahnya Sendiri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 481 2297801 kena-penyakit-langka-perempuan-ini-tak-mampu-mengenali-wajahnya-sendiri-KS9jB4zMu2.jpg Tak mampu mengenali wajah (Foto: Oddity)

Seorang perempuan wanita bernama Lena Ash mengidap penyakit langka dan aneh yang disebut dengan prosopagnosia. Alhasil ia tidak bisa mengenali wajah orang termasuk dengan wajahnya sendiri.

Wanita Rusia berusia 29 tahun itu mengetahui bahwa dia menderita prosopagnosia pada 2019.

 Lena

Sebelumnya, ia selalu berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa tidak lebih lambat dari orang pada umumnya. Bahkan sebagai seorang anak, Lena memiliki masalah dalam mengenali wajah orangtuanya. Bahkan orangtuanya pun tidak bisa membantu.

Meski demikian, Lena tidak menyalahkan orangtuanya untuk itu. Sebab mereka bahkan tidak tahu bahwa kondisi seperti itu ada, dan mereka tidak bisa begitu saja mencari gejalanya saat itu.

Bahkan ahli saraf yang dia kunjungi untuk sakit kepala, migrain, tekanan darah rendah, dan mual tidak dapat mengetahui penyebab masalah kesehatannya.

Akibat penyakit tersebut, Lena merasa malu pada dirinya sendiri. Lena pun sempat bercerita tentang kondisinya yang tidak biasa. Karena sekarang dia tahu penyebab amnesia wajahnya, maka ia ingin memberi tahu penderita lain bahwa mereka tidak sendirian.

Ketika dia berbicara dengan seseorang, Lena dapat melihat wajah mereka dengan sangat jelas. Namun begitu mereka meninggalkan pandangannya, dia lupa seperti apa penampilan mereka. Meskipun sebagian besar otak manusia diprogram untuk membuat ingatan tentang orang-orang yang ditemui tapi otak Lena tidak menciptakan kenangan untuk wajah orang, atau bahkan wajahnya sendiri.

"Saya menggunakan beberapa life-hacks untuk mengenali wajah saya sendiri. Ketika saya melihat ke cermin atau foto diri saya sendiri, saya mengerti siapa yang ada di depan saya dengan tahi lalat di atas alis, bentuk garis rambut, bekas luka di dagu dan bentuk hidung. Saya tahu fitur wajah saya dan dapat menyimpannya di kepala saya,” terang Lena, melansir dari Oddity Central, Kamis (22/10/2020).

Lena juga melakukan hal yang sama untuk orang lain yang ditemuinya. Ia mencoba untuk fokus pada fitur tertentu yang tidak tergantikan, seperti tahi lalat yang terlihat, bekas luka, tato, atau hidung bengkok.

Dia mencoba untuk tidak fokus pada pakaian atau bahkan rambut wajah, karena ini bisa sangat membingungkan. Misalnya, suaminya dengan dan tanpa janggut terlihat seperti dua orang yang sangat berbeda baginya.

Wanita muda Rusia itu berkata bahwa dia telah belajar sendiri untuk mengenali suara orang untuk membedakan mereka. Meskipun sebagian besar manusia paling ingat wajah orang, dia membuat kenangan tentang suara manusia, sebab ini adalah fitur paling akurat yang dapat dia andalkan.

Baca juga: 4 Gaya Hijab Semi Formal Melody Laksani Eks JKT48, Simpel dan Cantik!

Misalnya, saat menjemput putranya dari taman kanak-kanak, suara sangat membantu jika dia berteriak 'ibu'. Dia juga memiliki ransel oranye cerah yang membantu Lena dapat membedakannya.

Lena mengakui bahwa hidup dengan prosopagnosia tidaklah mudah. Hal yang seharusnya dianggap normal, seperti kenalan atau teman sekolah lama yang mendekati Anda di jalan untuk mengobrol, terasa canggung bagi penderita amnesia wajah. Karena mereka tidak dapat mengenali orang yang berbicara dengannya.

“Beberapa orang menganggap saya sombong, karena saya tidak menyapa mereka saat kami berpapasan di jalan, tapi saya tidak mengenali mereka. Beberapa orang tidak mempercayai saya ketika saya memberi tahu mereka tentang kondisi saya, sementara yang lain memahami dan bertanya bagaimana saya hidup tanpa bisa mengenali wajah,” lanjutnya.

Untungnya, Lena berhasil menemukan sisi baik dari hidupnya. Misalnya, ketika dia bekerja sebagai petugas penjualan dan harus berurusan dengan pelanggan sulit yang kasar. Ia bahkan tidak akan mengingat mereka jika mereka kembali keesokan harinya, mengenakan pakaian yang berbeda.

Prosopagnosia tidak memiliki obat, atau pengobatan, dan penderita hanya dapat mengandalkan serangkaian teknik untuk meningkatkan daya ingat dan keterampilan motorik halus untuk mengembangkan pengenalan wajah. Namun, teknik ini tidak berhasil untuk semua orang.

“Saya berharap dokter menemukan solusi yang setidaknya menstabilkan kondisi saya, jika tidak menyembuhkannya. Misalnya, ingatan saya memburuk, juga, penglihatan saya memburuk, dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya besok. Saya takut dalam 10 tahun saya tidak akan dapat mengenali siapa pun sama sekali,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini