Cek Fakta, Orang dengan Osteoporosis Rentan Terinfeksi Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 481 2297811 cek-fakta-orang-dengan-osteoporosis-rentan-terinfeksi-covid-19-MDL85zBdz3.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Vitamin D menjadi hal yang banyak dicari masyarakat sekarang. Nutrisi tersebut berkaitan dengan kemampuan imunitas menghalau masukknya virus penyakit, termasuk Covid-19.

Makanya, jangan heran kalau banyak orang hobi berjemur sekarang ini. Tidak hanya itu, mengonsumsi suplemen vitamin D pun ditambahkan ke menu sehari-hari.

Nah, bagi mereka yang kekurangan vitamin D, misalnya orang dengan osteoporosis, kehadiran Covid-19 ini menjadi ancaman serius. Ya, mereka dianggap rentan terhadap paparan Covid-19.

"Benar, orang dengan osteoporosis itu kekurangan vitamin D, yang mana vitamin tersebut ternyata memiliki peran nyata untuk memperkuat imunitas tubuh. Enggak heran kalau vitamin D sekarang jadi primadona," terang Pakar Gizi Klinik FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, di Webinar, Kamis (22/10/2020).

Berjemur

Parahnya lagi, karena orang dengan osteoporosis ini kekurangan vitamin D, ketika dia terpapar Covid-19, kondisinya lebih parah dari orang tanpa masalah osteoporosis. Kenapa bisa terjadi?

Ditambahkan Prof Wati, karena sistem imun orang dengan osteoporosis itu sangat lemah. "Makanya, lama proses penyembuhan yang dialami pasien Covid-19 dengan osteoporosis akan lebih lama daripada pasien Covid-19 tanpa masalah osteoporosis," tambahnya.

Baca Juga : Positif Covid-19, Sebaiknya Segera Lakukan 6 Hal Ini

Peneliti di Italia pun membenarkan hal tersebut. Berdasar studi yang dilakukan, dokter mencatat bahwa kombinasi patah tulang belakang dengan Covid-19 membuat angka kematian pasien menjadi dua kali lipat. Patah tulang tersebut dikaitkan dengan masalah osteoporosis.

"Fraktur vertebra adalah penanda kelemahan dan untuk pertama kalinya kami menunjukkan bahwa individu yang mengalami patah tulang tampaknya berisiko tinggi terkena Covid-19 dengan situasi yang lebih parah dan risiko kematiannya dua kali lebih tinggi," kata penulis Andrea Giustina, MD, direktur Institute of Endrocrine and Metabolic Science dari Universitas San Raffaele Vita-Salute di Milan, Italia, dikutip dari Radiology Business.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini