Sebabkan Kanker Serviks pada Perempuan, Apa Dampak Virus HPV ke Pria?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 481 2297839 sebabkan-kanker-serviks-pada-perempuan-apa-dampak-virus-hpv-ke-pria-Akh6kTklCG.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT kanker memang masih menjadi penyakit yang banyak menyerang masyarakat di Indonesia. Memang, kanker banyak disebabkan oleh gaya hidup yang kita jalani, tapi beberapa ada juga yang dipengaruhi oleh hormon.

Sebut saja kanker serviks atau kanker leher rahim pada kaum hawa. Kanker yang disebabkan oleh Human Papilioma Virus (HPV) inim merupakan salah satu jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi HPV.

Menurut data GLOBOCAN 2019, kasus kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 kasus, atau 17,2% dari persentase kanker perempuan di Indonesia. Bahkan, kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun atau sebanyak 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya.

Kanker serviks

Oleh karena itu, dr. Venita Eng, Msc, dari yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta mengatakan, selama ini vaksin HPV memang dikenal sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan. Namun, vaksin HPV sebenarnya juga dapat melindungi laki-laki dan beragam potensi penyakit yang muncul akibat virus HPV.

"Apalagi selain menyebabkan kanker serviks pada perempuan, virus HPV juga dapat menyebabkan beberapa penyakit kulit dan kelamin pada laki-laki,” terang dr. Venita Eng.

Lebih lanjut dr. Venita Eng menjelaskan, saat ini masih banyak orang enggan melakukan vaksinasi HPV karena sejumlah alasan. Salah satunya terkait mindset yang berkembang di tengah masyarakat, bahwa mereka yang menjalani vaksinasi HPV berarti sering melakukan seks bebas.

“Jangan stigmakan kanker serviks dan HPV dengan seksualitas. Banyak kok pasien saya berhijab, hidupnya lurus aja, istri suami cuma satu tapi bisa kena kanker serviks. Jadi kanker serviks enggak hanya menimpa orang yang seks bebas," kata dia.

"Memang penyebab utamanya adalah kontak seksual, tapi itu tidak berarti bahwa hanya orang dalam tanda kutip ‘nakal’ yang bisa terkena kanker serviks,” tegas dr. Venita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini