Perempuan dan Usia Muda Juga Rentan Terkena Osteoporosis

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 21:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 481 2298059 perempuan-dan-usia-muda-juga-rentan-terkena-osteoporosis-LbeqVxfgi4.jpg Ilustrasi (Foto: Open Systems Healthcare)

Penderita osteoporosis bisa tidak menyadari bahwa dirinya terkena penyakit tulang tersebut. Ini dikarenakan proses osteoporosis bisa berlangsung dalam jangka panjang, sehingga penderitanya terkadang tidak menyadarinya hingga kerusakan benar-benar terjadi, dikutip Sindonews.

Osteoporosis seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda sekalipun.

Studi yang dilakukan para Pakar di Indonesia tentang Relevansi Kalsium dan Vitamin D untuk mendukung kesehatan Tulang memperkuat fakta bahwa sangat penting untuk mencegah Osteoporosis sejak usia muda. Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Ketua Peneliti Studi tersebut sekaligus Pakar Gizi Medik FKUI-RSCM menjelaskan, perempuan banyak mengalami fase dalam kehidupannya.

“Di setiap fase ini, kepadatan tulang dapat berkurang dan puncaknya saat seorang perempuan memasuki fase menopause, di mana kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium akan berkurang karena sudah tidak menghasilkan hormon esterogen,” kata dokter yang sering disapa Tati ini.

Oleh karena itu, sesuai dengan kampanye 3 S, yakni S yang pertama, kini saatnya bagi perempuan Indonesia untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini. Namun sayangnya, kandungan nutrisi di Indonesia pada umumnya mengandung kalsium dan vitamin D dalam level rendah, padahal nutrisi yang cukup dan pola hidup yang sehat merupakan langkah penting (S kedua) untuk mencegah Osteoporosis.

 Proses osteoporosis bisa berlangsung dalam jangka panjang.

Baca juga: 6 Makanan yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Prof. Tati menekankan bahwa kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis untuk meningkatkan kesehatan tulang dalam jangka panjang. Ia menjelaskan, vitamin D terlibat dalam penyerapan kalsium di usus halus. Tanpa asupan vitamin D yang cukup, bisa jadi penyerapan kalsium tidak maksimal.

Vitamin D kemudian lebih mengoptimalkan dan menjaga kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD), dan meningkatkan kekuatan otot. Dengan demikian, sesuai dengan S yang ke 3, perempuan Indonesia dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi yang mengandung Kalsium dan vitamin D tersebut.

“Suplementasi dalam proporsi yang memadai dapat mendukung hasil positif dalam kesehatan tulang. Literatur saat ini telah dengan jelas menunjukkan manfaat kalsium, vitamin D, dan kombinasi suplemen kalsium-vitamin D dalam memenuhi kesenjangan kebutuhan sehari-hari,” jelas Prof. Tati.

Suplementasi kalsium harus selalu diperhatikan terutama untuk anak-anak, remaja, wanita hamil dan lanjut usia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini