Terpaksa Hujan-hujanan, Awas Jerawat di Tubuh Mengintai

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 612 2297804 terpaksa-hujan-hujanan-awas-jerawat-di-tubuh-mengintai-mjRKnMTjZj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

CUACA ekstrem yang berganti dengan cepat membuat kita harus siap sedia membawa payung atau jas hujan. Tapi, terkadang hujan yang tidak seberapa membuat kita memaksakan diri untuk berlari walau harus kebasahan.

Memang kita tidak sampai basah kuyup, tetapi memakai pakaian lembab memiliki efek samping loh. Dilansir dari The Health Side, pakaian yang tidak kering dan Anda coba tetap mengenakannya, memiliki banyak kuman dan bakteri.

Terlepas dari ketidaknyamanan mengenakan pakaian yang sedikit basah, apabila Anda tetap mengenakannya dapat menyebabkan infeksi dan penyakit yang mungkin tidak Anda sadari.

Sebuah tim peneliti dari Wake Forest University School of Medicine, North Carolina, menyelidiki prevalensi masalah kulit dan faktor risiko terkait antara pekerja pertanian Latino. Mereka menemukan bahwa lebih dari sepertiga partisipan yang disurvei melaporkan masalah kulit, termasuk jamur kulit dan kuku, sengatan matahari, benjolan, jerawat, kapalan, gatal, ruam, dan gigitan serangga.

Meskipun penelitian dilakukan pada komunitas petani dari North Carolina, AS, temuan ini benar untuk semua orang di dunia terlepas dari pekerjaan mereka. Selain itu, ada beberapa alasan mengapa Anda tidak boleh mengenakan pakaian sekalipun sedikit basah.

jerawat di tubuh

Jerawat di tubuh

Jerawat adalah konsekuensi umum dari mengenakan pakaian basah. Memakai pakaian basah bisa meningkatkan risiko terkena jerawat di tubuh, apalagi jika pakaian Anda lembab akibat tidak kering sempurna.

Panas dan kelembaban menyebabkan Anda menghasilkan lebih banyak sebum (minyak), yang bisa mengakibatkan jerawat. Begitu juga pakaian oklusif yang menjebak kelembaban dan mendorong pertumbuhan bakteri.

Terbakar sinar matahari.

Pakaian melindungi kulit Anda dari sinar ultraviolet (sinar UV) yang berbahaya dari sinar matahari. Tapi itu tergantung dari jenis pakaian yang Anda kenakan. Jika Anda berada di luar di bawah sinar matahari, pertahanan terbaik melawan sengatan matahari adalah pakaian berwarna gelap dengan kain tenun ketat. Dan pakaian itu harus menutupi kulit sebanyak mungkin.

Pakaian yang basah memberi sedikit perlindungan UV. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia, pakaian yang terlalu diregangkan, basah, atau lembab bisa kehilangan beberapa sifat perlindungannya. Perlu Anda ketahui juga, sinar ultraviolet banyak berhubungan dengan kanker kulit, sehingga mengurangi paparan sinar UV dapat mengurangi risiko kanker kulit.

Infeksi jamur

Infeksi jamur juga dikenal sebagai kandidiasis yang bisa disebabkan oleh jamur yang disebut Candida albicans. Infeksi jamur biasanya terjadi di daerah kulit yang lembab termasuk mulut. Bila infeksi ini terjadi di Miss V, itu disebut kandidiasis vulvovaginal.

Candida sendiri tumbuh subur di daerah yang hangat dan lembab, celana dalam adalah tempat yang tepat untuk menyerang.

Infeksi jamur di kulit Mr P pada pria lebih sering terjadi daripada yang Anda pikirkan. Ini disebut kandidiasis urogenital atau sariawan pria. Jenis sariawan ini juga terjadi di zona kemaluan dan antara skrotum dan anus.

Jadi, lebih baik pastikan pakaian yang Anda kenakan itu kering total, ya. Dan jangan lupa bawa payung atau jas hujan untuk melindungi diri Anda dari hujan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini